SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen (VW), menghentikan sementara produksi dua model van listrik andalannya, ID. Buzz dan Multivan, di pabrik Hannover, Jerman. Langkah ini diambil menyusul turunnya permintaan pasar dan penjualan yang tidak mencapai target, meski keduanya membawa nuansa nostalgia dari legendaris VW Kombi klasik.
Pabrik Hannover sejatinya memiliki kapasitas produksi hingga 130 ribu unit per tahun, namun penjualan ID. Buzz dan Multivan hanya mencapai sekitar 35 ribu unit sepanjang 2023. Fakta ini menunjukkan bahwa daya tarik nostalgia VW Kombi belum cukup kuat untuk mendorong penjualan model listrik modern tersebut.
Volkswagen menyebut keputusan penghentian produksi sebagai penyesuaian fleksibel terhadap kondisi pasar global yang terus berubah. Perusahaan akan terus memantau perkembangan permintaan dan belum menentukan kapan produksi akan kembali berjalan normal.
Salah satu kendala utama adalah harga jual yang tinggi serta jarak tempuh baterai yang masih di bawah ekspektasi konsumen. Di Amerika Serikat, ID. Buzz dijual mulai 61.500 dolar AS (sekitar Rp1,02 miliar) hingga 70.000 dolar AS (Rp1,16 miliar) untuk varian tertinggi.
Selain itu, melemahnya permintaan kendaraan listrik ringan di Eropa dan meningkatnya persaingan dari produsen asal China juga turut menekan posisi VW di pasar global. Produsen China kini agresif menghadirkan produk dengan teknologi mutakhir dan harga lebih terjangkau.
Dalam dua tahun terakhir, penjualan global ID. Buzz dan Multivan hanya berkisar 30 ribu unit per tahun, jauh dari target yang ditetapkan perusahaan. Meski demikian, Volkswagen menegaskan komitmennya untuk tetap memperkuat posisi di segmen kendaraan komersial listrik melalui strategi pemasaran baru dan insentif bagi konsumen.
Langkah penghentian sementara ini menjadi tantangan besar bagi VW dalam mempertahankan momentum elektrifikasi. Meskipun membawa warisan historis VW Kombi, ID. Buzz dan Multivan modern kini menghadapi ujian berat di tengah persaingan ketat dan perubahan minat pasar global. jkt-02/gfr
Editor : Redaksi