Menteri Agraria Bikin Terobosan, Penanganan Sengketa Tanah dengan Kemanusiaan, Bukan Hukum

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid, bikin terobosan hadapi sengketa tanah. Nusron berencana mengambil langkah tanpa hukum untuk mengatasi masalah lahan.

Saat ini, ia bersama Pemerintah Daerah (Pemda), TNI, dan Polri bahas lahan yang diduduki rakyat di Kalimantan Timur (Kaltim). Ia mengatakan akan mengupayakan langkah kemanusiaan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Isu yang kami angkat adalah isu pembanding D antara lahan BUMN barang milik negara, kami mencari solusi yang berbasis kemanusiaan. Tidak berbasis hukum. Karena kalau berbasis hukum itu kalah menang, benar salah. Kami tidak menggunakan rumus itu," ujarnya saat kunjungan ke Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (24/10/2025).

Hal itu diutarakan dalam rapat koordinasi antara Bupati, Gubernur dan Kementerian ATR/BPN soal pertanahan di Kaltim. Nusron Wahid berharap dengan langkah itu tak ada lagi yang dirugikan, termasuk rakyat.

"Supaya rakyatnya tidak dirugikan, tapi negara tetap mencatatkan tetap aset negara," terangnya.

Selain persoalan sengketa lahan, Nusron juga ingin tanah telantar dapat diberikan ke masyarakat. Harapannya tanah telantar itu bisa digunakan untuk kepentingan umum.

"Semua tanah terlantar itu akan dibagi kan pertama untuk rakyat, supaya bisa ditanami rakyat, yang kedua akan dijadikan program prioritas seperti ketahanan pangan, sekolahan, sawah, singkong, etanol," ungkapnya.

Dari data ATR/BPN, total lahan yang masih dalam sengketa diperkirakan sebanyak 689. Sedangkan kan yang belum selesai berada di angka 300-an.

"Yang selesai sudah sekitar 48 persen jadi yang belum selesai sekitar 51 berapa sekian persen, dan dalam proses," kata dia.

Nusron melanjutkan bahwa sertifikasi agraria tidak akan bisa jalan tanpa Pemprov dan Pemda. Termasuk KKPR atau Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang.

"Jadi harus bahu-membahu. Karena masalah tanah ini vertikal, horizontal semua merasa butuh tanah," pungkasnya. n kl/ac/rmc

Berita Terbaru

Prabowo, Tahu Pejabat Punya Bunker Simpan Harta

Prabowo, Tahu Pejabat Punya Bunker Simpan Harta

Kamis, 21 Mei 2026 00:10 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 00:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto mengaku akan mengejar harta para pejabat-pejabat korup yang disembunyikan hingga ke bunker-bunker.Prabowo…

Manajemen MBG Sedang Didandani

Manajemen MBG Sedang Didandani

Kamis, 21 Mei 2026 00:05 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 00:05 WIB

SURABAYAPAGI..COM : Presiden Prabowo Subianto disebut sedang memperbaiki manajemen Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya penggunaan anggaran. Upaya tersebut…

Menkeu Ungkap Modus Pengusaha Ekspor Nakal

Menkeu Ungkap Modus Pengusaha Ekspor Nakal

Kamis, 21 Mei 2026 00:04 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 00:04 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap potensi keuntungan besar yang bisa didapat negara lewat pembentukan badan tersebut. Lembaga…

Prabowo, Keluhkan Anggaran

Prabowo, Keluhkan Anggaran

Kamis, 21 Mei 2026 00:00 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 00:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Prabowo dalam rapat paripurna di DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026), menyoroti praktik berdampak langsung terhadap kemampuan fiskal…

Aktivis KontraS Andrie Yunus, Masih Bed rest Tandur Kulit

Aktivis KontraS Andrie Yunus, Masih Bed rest Tandur Kulit

Kamis, 21 Mei 2026 00:00 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 00:00 WIB

SURABAYAPAGI .COM: Oditur militer menghadirkan dokter spesialis bedah plastik Parintosa Atmodiwirjo dan dokter spesialis mata Faraby Martha sebagai ahli kasus…

Ada Situasi Khusus di Indonesia

Ada Situasi Khusus di Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 20:25 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com : Ketua DPP PDIP yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira terkejut Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri rapat…