Tokoh Sumpah Pemuda, ada yang Tionghoa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sie Kong Lian, Tokoh Sumpah Pemuda ini adalah seorang pedagang kasur di Batavia. Pria keturunan Tionghoa ini, sempat menyewakan rumah untuk pelajar sekolah kedokteran School total Opleiding Van Inlandsche Artsen (Stovia).
Sie Kong Lian, Tokoh Sumpah Pemuda ini adalah seorang pedagang kasur di Batavia. Pria keturunan Tionghoa ini, sempat menyewakan rumah untuk pelajar sekolah kedokteran School total Opleiding Van Inlandsche Artsen (Stovia).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sie Kong Lian, Tokoh Sumpah Pemuda ini adalah seorang pedagang kasur di Batavia. Pria keturunan Tionghoa ini, sempat menyewakan rumah untuk pelajar sekolah kedokteran School total Opleiding Van Inlandsche Artsen (Stovia). Amir Syarifudin hingga Mohammad Yamin juga pernah tinggal di sana.

Rumahnya kemudian kerap dijadikan pemuda untuk berbagai diskusi dan kegiatan organisasi, termasuk oleh Sukarno dan PPPI. Rumah Sie Kong Lian kemudian jadi salah satu tempat Kongres Pemuda II. Keluarganya kelak menyumbangkan rumah ini untuk menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Sie Kong Lian dulunya merupakan pemilik dari rumah tersebut. Menurut catatan keluarga, Sie Kong Lian lahir pada 3 Januari 1878. Pada tahun 1908, tepatnya saat usianya 30 tahun, ia membeli rumah di Jalan Kramat 106 yang kemudian terkenal sebagai Museum Sumpah Pemuda.

Pada waktu itu, ia menyewakan rumah di Jalan Kramat 106 itu sebagai tempat kos-kosan para pemuda. Kos-kosan itu kemudian banyak dihuni para pemuda yang sedang bersekolah di STOVIA dan Sekolah Hukum Batavia.

Di sanalah para pemuda sering berdiskusi maupun belajar bersama. Seiring waktu, rumah itu juga difungsikan sebagai tempat berkumpul para aktivis pergerakan.

Mengutip berbagai sumber, Sie Kong Lian menyewakan rumahnya sebagai tempat kos dan rumah belajar bagi siswa STOVIA karena terinspirasi dari anaknya yang juga bersekolah di STOVIA. Bahkan kelak banyak keturunannya yang berprofesi sebagai dokter.

Pada tahun 1928, rumah kos itu menjadi tempat berkumpulnya para pemuda dari seluruh penjuru negeri untuk melahirkan Sumpah Pemuda.

Rumah seluas 460 meter persegi itu adalah milik Sie Kong Lian. Rumah itu sudah berdiri sejak tahun 1908. n jk/md/rmc

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…