SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Masuki musim penghujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir lahar di kawasan Gunung Semeru. Salah satu titik yang terdampak adalah Sungai Lanang di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Tentu saja, peristiwa ini memicu kekhawatiran warga, mengingat Semeru merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.
"Banjir lahar yang terjadi di sejumlah sungai lantaran hujan deras yang terjadi di kawasan gunung Semeru," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, Minggu (02/11/2025).
Sehingga, menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga yang bermukim di bantaran sungai serta para penambang untuk meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi banjir lahar.
Lebih lanjut, Yudhi menambahkan, pihaknya terus mengingatkan para penambang pasir dan batu untuk menghentikan aktivitas pertambangan saat banjir lahar terjadi, demi keselamatan bersama. Serta, menghimbau warga untuk tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak dan 500 meter dari tepi sungai sepanjang aliran lahar
"Kami mengimbau kepada para penambang untuk mewaspadai potensi banjir lahar yang terjadi," terang Yudhi.
Dan hingga kini, status Gunung Semeru masih berada di Level II atau Waspada. BPBD meminta masyarakat tetap memantau informasi dan peringatan dini dari pos pantau gunung dan instansi terkait.
Diketahui sebelumnya, Gunung Semeru tercatat meluncurkan dua kali guguran lava pijar sejauh 2.000 meter ke arah tenggara pada Rabu (29/10/2025). Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dalam seminggu terakhir terjadi lebih dari 115 kali gempa guguran dan letusan kecil, menandakan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. lj-01/dsy
Editor : Desy Ayu