SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Saat ini, Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan Tol Probolinggo–Lumajang (ProLajang), proyek strategis senilai Rp4,7 triliun yang akan memangkas waktu tempuh seperti Gunung Bromo, Semeru, hingga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dari lebih satu jam menjadi hanya 30 menit saja.
Proyek Tol ProLajang sepanjang 32 kilometer ini tersebut masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi Jawa Timur, sekaligus menjadi urat nadi baru konektivitas Jawa Timur bagian selatan, menghubungkan kawasan industri, pertanian, dan destinasi wisata unggulan.
Pembangunannya akan dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yang memungkinkan keterlibatan swasta tanpa membebani APBN.
“Tol ProLajang akan menjadi penghubung strategis antara kawasan industri dan destinasi wisata di Jawa Timur,” ujar Bambang Widodo, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Jawa Timur, Selasa (04/11/2025).
Lebih lanjut, selain mempercepat arus logistik, tol ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di sepanjang jalur Probolinggo–Lumajang.
Diketahui, selama ini, jalur nasional Probolinggo–Lumajang kerap padat, terutama saat musim liburan. Dengan hadirnya tol ini, arus kendaraan akan terurai, distribusi barang lebih cepat, dan biaya logistik jauh lebih efisien.
Tak hanya memperlancar transportasi, tol ini diyakini akan menjadi game-changer pariwisata Jawa Timur. Akses menuju Bromo dan Semeru akan lebih mudah dijangkau wisatawan domestik maupun mancanegara.
Saat ini, proyek Tol ProLajang masih dalam tahap kajian kelayakan, survei lapangan, dan penyusunan master plan. Targetnya, pembangunan fisik bisa dimulai pada 2026. Ke depan, Tol ProLajang akan tersambung langsung dengan Tol Pasuruan–Probolinggo di utara dan Tol Lumajang–Jember di selatan. pr-01/dsy
Editor : Desy Ayu