Catatan Raditya M Khadaffi, Terkait PT Bank Artha Graha Internasional Tbk Cabang Surabaya (30)

Notaris Ali Wahyudi, SH, Diduga Lalai Periksa Surat Perjanjian Kredit yang Dibuat PT Bank Artha

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hingga hari Minggu (30/11) saya telah membawa surat perjanjian kredit No 57 tahun 2018 yang dibuat  Kacab PT Bank Artha Graha (Tbk) Surabaya, untuk mengikat perjanjian kredit dengan saya Rp 1,7 miliar atas aset gedung saya senilai Rp 10,5 miliar.

Surat perjanjian kredit No 57 tahun 2018 ini oleh Kacab PT Bank Artha Graha Internasional (Tbk) Surabaya,  dibuatkan ke notaris Wahyudi Suyanto, SH.

Saya minta penjelasan ke tiga notaris terkait isi Surat perjanjian kredit No 57 tahun 2018?.

Mereka katakan, isi perjanjian kredit umumnya meliputi identitas para pihak (kreditur dan debitur), rincian pinjaman seperti jumlah dan suku bunga, kewajiban dan hak kedua belah pihak, jadwal dan aturan pembayaran, durasi perjanjian, serta mekanisme penyelesaian sengketa.

Makna penyelesaian sengketa yaitu jika terjadi perselisihan antara kedua belah pihak.

Dan cara menyelesaikan kredit bermasalah meliputi negosiasi dengan kreditur untuk restrukturisasi atau pembayaran yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan peminjam, serta mengadopsi strategi untuk membayar kewajiban secara bertahap sesuai perjanjian dengan kreditur.

Sehubungan dengan permasalahan jumlah tagihan maupun pemindahan/pengalihan hak piutang, saya dapat memohon konfirmasi ke Unit Kerja di Bank yang menerima pengalihan piutang.

Tapi saya dipingpong ke Winarta. Sehingga masalah tidak dapat diselesaikan secara musyawarah. Ini terkait pemindahan/pengalihan hak piutang.

Kini dengan  bukti yang cukup soal  pengalihan hak piutang yang dalam Surat perjanjian kredit No 57 tahun 2018 tidak ada klausal  pengalihan hak piutang ke cassie, ini menimbulkan kerugian bagi saya.

Maka saya  mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum kepada Kacab PT Bank Artha Graha Internasional (Tbk) Surabaya dan Winarta.

 

***

 

Terkait kebenaran dan kepastian hukum soal pengalihan utang dari gadai oleh notaris dibuatkan Akte Cassie, buat saya sebagai debitur, itu menyangkut reputasi seorang notaris.

Apakah notaris Ali Wahyudi,SH, saat itu sengaja atau lalai? Ini menunggu saya melapor ke polisi.

Perjanjian kredit saya jelas pengalihan hak ke gadai.

Bisa diduga  kreditur melanggar perjanjian dibantu notaris. Praktik semacam ini menyerupai persekongkolan yang diatur dalam Pasal 55

Menurut KBBI, sekongkol berarti orang yang turut serta berkomplot melakukan kejahatan (kecurangan dan sebagainya). Sedangkan bersekongkol artinya berkomplot atau bersepakat melakukan kejahatan; bersekutu dengan maksud jahat.

Adapun jika yang Anda maksud dengan “bersekongkol” ini adalah sebagaimana disebutkan dalam KBBI, yaitu “turut serta” melakukan kejahatan, ini berkaitan dengan ketentuan dalam Pasal 55 KUHP atau Pasal 20 UU 1/2023.

Menurut R. Soesilo dalam bukunya yang berjudul Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal, menjelaskan mengenai apa yang dimaksud dengan “orang yang turut melakukan” (medepleger).

Menggunakan asas praduga tak bersalah, bisa jadi notaris Ali Wahyudi, SH, saat itu diduga lalai dalam memeriksa dokumen atau mengidentifikasi para pihak, yang mengakibatkan kerugian bagi saya. Bisa juga notaris Ali Wahyudi, SH tidak bersikap netral dan adil dalam membuat akta, melainkan memihak salah satu pihak yang berkepentingan.

Narasumber saya yang juga notaris, bilang notaris yang terbukti tidak taat hukum dapat dikenai sanksi, mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, pemberhentian sementara, hingga pemberhentian tetap dari jabatannya, sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. ([email protected], bersambung)

Berita Terbaru

Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia, Siswi SMPN 1 JABON Incar SMAN 1 PORONG

Raih Nilai 100 TKA Bahasa Indonesia, Siswi SMPN 1 JABON Incar SMAN 1 PORONG

Jumat, 05 Jun 2026 09:45 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 09:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo Dr. Netty Lastiningsih, M.Pd  mengimbau kepada seluruh …

Wamen Imipas Berharta Rp 234 Miliar, Dijebloskan ke Tahanan

Wamen Imipas Berharta Rp 234 Miliar, Dijebloskan ke Tahanan

Jumat, 05 Jun 2026 05:55 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 05:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Silmy Karim resmi ditahan oleh KPK usai menyerahkan diri terkait Operasi Tangkap Tangan…

Jeritan Keadilan Keluarga Kacab BRI

Jeritan Keadilan Keluarga Kacab BRI

Jumat, 05 Jun 2026 05:55 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 05:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM :Keluarga kepala cabang (kacab) bank BRI (sebelumnya dilaporkan sebagai Bank BUMN di Cempaka Putih) berinisial MIP (37), Mohamad Ilham…

Dadan Cs, Diduga Bancakan Diantara Rp 353 Triliun

Dadan Cs, Diduga Bancakan Diantara Rp 353 Triliun

Jumat, 05 Jun 2026 05:45 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Kini, serangkaian pengadaan barang fiktif dan mark up anggaran, mulai dari puluhan ribu unit motor listrik senilai Rp 1 triliun hingga…

Lakukan Penipuan Online, Mantan Artis Fabiola, Rela Jalin Asmara

Lakukan Penipuan Online, Mantan Artis Fabiola, Rela Jalin Asmara

Jumat, 05 Jun 2026 05:45 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.com : Mantan artis Fabiola Elizabeth di Sukoharjo, mengincar warga Amerika Serikat. Ini bukan berarti WNI aman dari penipuan online.             D…

Mendiktisaintek Geleng geleng Kepala

Mendiktisaintek Geleng geleng Kepala

Jumat, 05 Jun 2026 00:50 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 00:50 WIB

SURABAYAPAGI : Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, geleng geleng kepala oleh ulah 4 warga negara Indonesia (WNI)…