Antisipasi Lonjakan Harga Bapok dan Inflasi, Ponorogo Gelar Pasar Murah Jelang Nataru

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kegiatan Pemkab Ponorogo melalui TPID saat menggelar operasi pasar bersubsidi menjelang momentum Nataru 2025/2026. SP/ PNG
Kegiatan Pemkab Ponorogo melalui TPID saat menggelar operasi pasar bersubsidi menjelang momentum Nataru 2025/2026. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka mengantisipasi adanya lonjakan harga bahan pokok (Bapok) sekaligus menekan angka inflasi jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, menggelar operasi pasar murah di Alun-alun Ponorogo.

Kegiatan operasi pasar murah tersebut disambut antusias warga. Terlihat antrean warga yang ingin berburu sembako murah sudah terjadi sejak pagi hari. Bahkan, sejumlah warga rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan sembako bersubsidi. 

Salah satunya, Nok Sukarni, warga Nambanrejo Kecamatan Sukorejo, yang mengaku datang sejak pukul 06.00 WIB. "Antri sejak jam enam pagi. Memang niat untuk beli sembako," ujar Sukarni, salah satu warga yang ikut antrian sembako murah, Kamis (04/12/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Kabupaten Ponorogo Ringga Dwi Heri Irawan, mengatakan, pemkab memberikan subsidi untuk sejumlah komoditas kebutuhan pokok, mulai telur, cabai, minyak goreng hingga beras.

"Kita berikan subsidi mulai yang terendah telur Rp3 ribu hingga beras premium Rp17.500," kata Ringga.

Sedangkan untuk komoditas yang dijual meliputi cabai rawit Rp14.500 per 250 gram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang merah Rp33 ribu per kilogram, minyak goreng Rp14.500 per liter, telur ayam Rp24 ribu per kilogram, serta beras premium Rp55 ribu per 5 kilogram.

Setiap warga yang membeli diwajibkan membawa fotokopi KTP dan hanya boleh memilih maksimal tiga item. Tidak hanya itu, Pemkab Ponorogo juga menjalin kerjasama antar daerah dengan dengan menggandeng petani dan peternak lokal untuk menjaga ketersediaan bahan pokok tetap aman.

"Kita sudah ada kerja sama. InsyaAllah kebutuhan untuk Nataru aman," ujarnya. pn-02/dsy

Berita Terbaru

Permata Bank Ajak Nasabah Surabaya Lewat Wealth Wisdom 2026

Permata Bank Ajak Nasabah Surabaya Lewat Wealth Wisdom 2026

Kamis, 08 Okt 2026 07:32 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Di tengah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,72% pada triwulan II 2026[1], kebutuhan untuk mengelola kekayaan secara adaptif dan…

CEO Danantara Sebut Sejumlah BUMN Segera Melantai di Bursa

CEO Danantara Sebut Sejumlah BUMN Segera Melantai di Bursa

Kamis, 08 Okt 2026 07:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.com - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa sejumlah badan usaha milik…

Rupiah Menguat Dipengaruhi Cadangan Devisa Indonesia yang Tetap Kuat

Rupiah Menguat Dipengaruhi Cadangan Devisa Indonesia yang Tetap Kuat

Kamis, 08 Okt 2026 07:29 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu bergerak menguat 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.887 per dolar AS…

BPN Imbau Masyarakat Tak Gunakan Perantara untuk Urus Tanah

BPN Imbau Masyarakat Tak Gunakan Perantara untuk Urus Tanah

Kamis, 08 Okt 2026 07:27 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus berkomitmen meningkatkan layanan pertanahan bagi masyarakat,…

Daop 8 Layani 9,78 Juta Pelanggan Hingga Triwulan III 2026

Daop 8 Layani 9,78 Juta Pelanggan Hingga Triwulan III 2026

Kamis, 08 Okt 2026 07:26 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:26 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melayani sebanyak 9.789.933 pelanggan selama Januari hingga September atau triwulan III 2026,…

Angka Cerai Gugat Meroket, Alasan Dominan Efek ‘In This Economy’

Angka Cerai Gugat Meroket, Alasan Dominan Efek ‘In This Economy’

Kamis, 08 Okt 2026 07:23 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pengadilan Agama (PA) Magetan mencatat hingga September 2026, jumlah perkara yang diajukan perempuan untuk mengakhiri perkawinan di…