SURABAYAPAGI.COM, Bangkok - SEA Games 2025, ajang dua tahunan yang berlangsung pada 9–20 Desember di Thailand menampilkan sejumlah bangsawan yang bersaing layaknya atlet profesional. Mereka Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana dari Thailand dan Pangeran Mateen, serta Putri Azemah Ni'matul Bolkiah dari Brunei.
Hingga Jumat (12/12) Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana belum terkonfirmasi raih medali emas, perak, atau perunggu. Mengingat kompetisi masih berlangsung.
Pangeran Mateen sendiri merupakan putra keempat dan anak kesepuluh Sultan Hassanal Bolkiah. Ia ikut Polo yang menjadi olahraga favorit keluargaan kerajaan Brunei.
SEA Games 2025 di Thailand memang dihadiri bangsawan, khususnya dari Thailand sendiri seperti Ratu Suthida Tidjai dan Raja Vajiralongkorn. Mereka juga terlibat dalam upacara pembukaan. Ini mencerminkan keagungan acara,
SEA Games ke-33, yang diselenggarakan di Thailand, menampilkan atlet yang sangat istimewa: Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana dari Thailand.
Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand Chaiyaphak Siriwat juga mengonfirmasi bahwa Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana akan berkompetisi.
Dia berkata: "SEA Games kali ini merupakan kompetisi yang sangat istimewa karena Ratu sedang mempersiapkan diri untuk lomba layar SSL47 yang akan berlangsung dari tanggal 15 hingga 18 Desember di Ocean Marina Resort Pattaya. Saya ingin menginformasikan kepada para penggemar olahraga Thailand untuk bangga dan mengikuti kompetisi ini, " tulis Bangkok Post , edisi Jumat (12/12).
Tradisi Keluarga Kerajaan Thailand
Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana bertugas di Angkatan Darat Kerajaan Thailand dan memegang posisi tertinggi sebagai Wakil Komandan Komando Keamanan Kerajaan Thailand (dengan pangkat Jenderal Khusus). Ia menikah dengan Raja Maha Vajiralongkorn pada 1 Mei 2019, dan dinobatkan sebagai Ratu Suthida empat hari kemudian.
Ratu Suthida telah melanjutkan tradisi keluarga kerajaan Thailand dalam olahraga berlayar, sebuah olahraga yang diprakarsai dan dikembangkan oleh mendiang Raja Bhumibol Adulyadej dan Putri Ubolratana Rajakanya sejak tahun 1960-an.
Ratu Thailand, Suthida Bajrasudhabimalalakshana, menyita perhatian publik karena tampil di SEA Games 2025 dalam cabor perahu layar.
Istri dari Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn itu akan berlomba di nomor SSL47. Pada nomor ini perahu layar yang dipakai memiliki panjang 47 kaki.
Peran Ratu Suthida adalah sebagai navigator. Wanita 47 tahun itu sudah menjalani latihan intensif bersama rekan-rekan setim di Pantai Pattaya, Chonburi.
Perahu Layar dan Maraton
Selain perahu layar, Ratu Suthida juga aktif dalam sejumlah olahraga, seperti maraton jarak pendek dan menengah. Ratu Suthida menikah dengan Raja Maha Vajiralongkorn pada 1 Mei 2019.
Selain itu, Ratu Suthida juga merupakan anggota militer. Kariernya diawali level perwira dengan pangkat letnan dua pada Mei 2010. Pada Desember 2016 ia mendapat pangkat jenderal.
Dikutip dari Mothership, Rabu (10/12/2025), Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana bakal mewakili Thailand dalam cabor layar di SEA Games ke-33.
Dia berkompetisi dalam nomor perahu layar (keelboat) kelas SSL47 yang dijadwalkan digelar di Pattaya, Chonburi pada 15-18 Desember 2025.
Selain tuan rumah Thailand, tim dari Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Myanmar juga akan ikut serta.
Dilansir dari VnExpress, kelas SSL47 menggunakan perahu layar sepanjang 47 kaki (sekitar 14 meter) yang membutuhkan teknik tingkat lanjut, kekuatan, presisi, dan kerja sama tim.
Sebelumnya pada 19 dan 20 November 2025, Ratu Suthida sempat kedapatan berlatih bersama tim layar nasional Thailand.
Kemudian pada 3 Desember 2025 lalu, dia berpartisipasi dalam ajang Regatta Piala Raja Phuket ke-37.
Dalam tim, sang ratu biasanya bertugas sebagai navigator, peran yang selaras dengan keahliannya dalam penentuan posisi.
Peran navigator dalam tim nomor perahu layar meliputi prakiraan cuaca, sistem navigasi, dan analisis angin.
Navigator dianggap penting untuk memandu kapal dengan aman dan akurat di tengah kondisi yang terus berubah.
Istri Raja Maha Vajiralongkorn
Ini nama-nama bangsawan yang patut diperhatikan: Sri Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana (Thailand): Selancar Angin Ratu Suthida akan berlaga di perairan SEA Games melalui nomor SSL47 keelboat pada 15–18 Desember.
Istri Raja Maha Vajiralongkorn yang kini berusia 47 tahun itu dikenal aktif secara fisik. Selain menjadi navigator timnya, ia juga bukan atlet sembarangan—bahkan mampu menuntaskan half-marathon 21 km pada 30 November lalu.
Kehadirannya turut melanjutkan tradisi olahraga keluarga kerajaan Thailand. Raja Bhumibol Adulyadej pernah meraih emas pada cabang layar di Southeast Asian Peninsular Games 1967, cikal bakal SEA Games.
Ratu Suthida yang kini berusia 47 tahun menikah dengan Raja Maha Vajiralongkorn pada 2019.
Ia memiliki gelar di bidang Seni Komunikasi dari Universitas Assumption di Bangkok dan sebelumnya bekerja sebagai pramugari Thai Airways
Suthida juga bergabung dengan militer Thailand pada tahun 2010, kemudian memimpin unit Pasukan Khusus Pengawal Raja. Saat ini, dia berpangkat jenderal. Selain berlayar, sang ratu aktif dalam beberapa olahraga lainnya, salah satunya adalah lari
Pangeran Abdul Mateen
Pangeran Mateen, 34 tahun, bukan hanya dikenal sebagai sosok publik yang memikat, tetapi juga atlet polo berprestasi. Ia telah menyumbangkan medali perunggu untuk Brunei pada SEA Games 2017 dan 2019 bersama tim nasional.
Pangeran Mateen juga mendirikan tim profesionalnya sendiri, MB Polo, yang tampil di berbagai turnamen bergengsi di Spanyol, termasuk Gold Cup of the Torneo Internacional de Polo—yang berhasil mereka menangi pada 2019.
Selain Pangeran Mateen, ada Putri Azemah Ni'matul Bolkiah.
Jika selama ini sorotan lebih sering tertuju pada sang pangeran, Putri Azemah menjadi bintang sejati untuk cabang polo di SEA Games 2025.
Putri berusia 41 tahun ini merupakan perempuan pertama dari Brunei yang meraih medali perunggu pada SEA Games 2017, serta kembali mengulang prestasi tersebut pada edisi berikutnya. Kini ia memimpin tim nasional polo sebagai kapten dan menjadi salah satu atlet yang paling diantisipasi penampilannya. n bp/afp/int/rmc
Editor : Moch Ilham