Jelang Nataru, Pemkot Mojokerto Gelar HLM Pengendalian Inflasi

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, pada Selasa (16/12).
High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, pada Selasa (16/12).

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Mojokerto menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, pada Selasa (16/12).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di Kota Mojokerto, khususnya pada momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan agenda strategis yang harus terus diupayakan secara bersama-sama. Menurutnya, upaya tersebut bukan semata-mata karena mandat pemerintah pusat, tetapi sebagai wujud nyata pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Pengendalian inflasi itu memang merupakan hal yang strategis yang harus kita upayakan dan ikhtiarkan bersama-sama. Tidak hanya karena ini sebuah mandatori, tetapi memang wujud ikhtiar kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Ning Ita sapaan akrab wali kota.

Ia menambahkan, stabilitas harga sangat berpengaruh terhadap daya beli dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan harga yang terkendali, pemerintah daerah dapat menjaga ekonomi masyarakat tetap stabil dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara positif.

Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan bahwa Pemkot Mojokerto secara konsisten menerapkan strategi 4K dalam pengendalian inflasi, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Untuk menjaga keterjangkauan harga, Pemkot Mojokerto telah membentuk Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di seluruh 18 kelurahan yang bersinergi dengan Bulog dalam mendistribusikan sembako. Selain itu, sejak periode pertama kepemimpinannya, Ning Ita juga membentuk 18 TPID Peracangan yang menjadi pengecer bahan pokok, sehingga total terdapat 36 titik intervensi harga di tingkat kelurahan.

“Ketika terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu, kami langsung melakukan intervensi. Dengan sinergi bersama Bulog dan koperasi masyarakat, harga bisa dipastikan tetap terjangkau,” jelasnya.

Dari sisi ketersediaan pasokan, Ning Ita memastikan stok bahan pangan di Kota Mojokerto dalam kondisi aman dan mencukupi, bahkan melebihi kebutuhan masyarakat. Sementara untuk kelancaran distribusi, meski Kota Mojokerto bukan daerah produsen, Pemkot menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan memberikan subsidi transportasi dari APBD untuk menekan harga jual di pasaran.

“Kami mensubsidi ongkos transportasi agar harga jual komoditas yang sempat naik bisa kembali turun di bawah harga pasar. Program ini sudah berjalan dua tahun dan akan berlanjut memasuki tahun ketiga pada 2026,” imbuhnya.

Terkait komunikasi yang efektif, Pemkot Mojokerto secara aktif berkoordinasi dengan TNI, Polri, Bulog, dan TPID, termasuk dalam pengaturan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah agar tepat sasaran. Langkah cepat dan koordinasi lintas wilayah juga dilakukan untuk mencegah terjadinya deflasi akibat distribusi yang tidak seimbang.

Ning Ita menegaskan bahwa menjelang Nataru, Pemkot Mojokerto bersama unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan Bulog akan melakukan pemantauan langsung ke lapangan sebagai agenda rutin untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Semua kita sinergikan bersama-sama agar Kota Mojokerto tetap aman, inflasi terkendali, dan ketahanan pangan terjaga. Ini adalah bentuk pelayanan dan kontribusi terbaik kami untuk masyarakat Kota Mojokerto tercinta,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota Mojokerto dengan Pemerintah Kabupaten Sampang, serta peluncuran Sistem Informasi JELITA (Jejak Langkah Pengendalian Inflasi Kota Mojokerto bersama Ning Ita) sebagai inovasi digital dalam mendukung pengendalian inflasi daerah. Dwi

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…