Eks Menag Yaqut, Seperti Mencela Diri Sendiri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Berita harian kita edisi Senin (12/1) ada yang berjudul "Pidato Eks Menag Ajak Perangi Korupsi Viral di Medsos".

Berita itu berisi kabar sebuah video beredar luas di media sosial. Video ini memperlihatkan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, saat masih menjabat, tengah menyampaikan pidato resmi yang menekankan bahwa korupsi merupakan musuh bersama bangsa.

Dalam rekaman berdurasi 1 menit 18 detik tersebut, Yaqut menyampaikan pesan moral bahwa korupsi adalah ancaman kolektif yang hanya bisa dilawan melalui upaya bersama dan berkelanjutan dari seluruh lapisan masyarakat.

Video itu kini ramai diperbincangkan setelah diunggah ulang di platform X (sebelumnya Twitter) oleh akun @UmarHasibuan__.

Dalam pidatonya, Yaqut menekankan pentingnya membangun budaya antikorupsi secara sistematis sejak lingkungan paling dasar.

Respons Warganet Mengalir Deras

Unggahan video tersebut sontak memantik beragam reaksi dari warganet. Sebagian pengguna media sosial menanggapi dengan nada kritis.

Sementara tidak sedikit pula yang menyampaikan komentar bernada negatif dan sinis terhadap isi pidato tersebut.

Perbincangan publik semakin meluas seiring dengan perkembangan terbaru kasus hukum yang menyeret nama Yaqut Cholil Qoumas, dalam kasus korupsi kuota haji yang ditangani KPK. Subhanallah!

 

***

 

Pidatonya mirip pepatah-pepatah tidak satunya kata dengan perbuatannya. Pepatah ini menekankan pentingnya konsistensi antara ucapan dan tindakan, serta peringatan terhadap orang yang hanya bisa omong tanpa mau mewujudkannya.

Pidatonya "tidak selaras antara kata dan perbuatan" atau "Kakehan gludug kurang udan" (Jawa), yang artinya terlalu banyak omong tapi sedikit bukti atau tidak ada hasilnya, atau pepatah umum seperti "Mulutmu harimaumu" yang mengimplikasikan konsekuensi dari ucapan.

Bahkan ada pepatah mengatakan ”Orang bijak akan malu, jika ucapannya lebih baik dari tindakannya”. Maknanya harusnya kita malu jika perbuatan tak sesuai dengan perkataan. Tindakan yang dilakukan eks Menag Yaqut tak seindah rangkaian kata yang diucapkan. Tindakan Yaqut bisa dianggap jauh dari etik dan moral bangsa.

Kini pidatonya berseliweran di media sosial. Makanya  dibully.

Karena pidatonya sangat mendasar “satunya kata dengan perbuatan” .

Boleh jadi eks Menag itu pandai bicara. Dari video yang saya tontob, ia tampil penuh kharisma. Tetapi kini jadi tersangka korupsi perbuatannya tidak sejalan dengan ucapannya. Tak beda  eks Menag itu  mencela diri sendiri.

 

***

 

Mencela diri sendiri atau self-deprecation adalah kebiasaan merendahkan, mengkritik, atau menghina diri sendiri secara internal maupun verbal. Sering kali dalam bentuk  komentar.

Namun bisa juga merupakan tanda masalah mental seperti stres atau depresi, yang mencerminkan rendahnya harga diri atau perfeksionisme ekstrem. Meskipun terkadang dilakukan untuk humor atau kerendahan hati, perilaku ini bisa merusak diri secara emosional dan menjadi indikasi gangguan mental jika berlebihan.

Dalam bahasa agama bisa disebut munafik. Istilah dalam Islam  merujuk kepada sifat atau perilaku seseorang yang berpura-pura beriman atau menunjukkan keimanan secara lahiriah, tetapi sebenarnya menyembunyikan kekufuran atau niat buruk di dalam hatinya.

Dalam Al-Qur'an, sifat munafik sangat dicela, seperti dalam Surat Al-Baqarah ayat 8-10 dan Surat At-Taubah ayat 67-68. Rasulullah saw juga menyebutkan bahwa sifat munafik sangat berbahaya karena mereka bisa merusak umat dari dalam.

Istilah lain, berinteraksi dengan seseorang yang tampak sangat benar sendiri namun perilakunya tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai etika. Ini bisa membingungkan sekali. Terkadang, kita merasa ada sesuatu yang tidak pas, seolah ada ketidaksesuaian antara perkataan dan tindakan mereka.

Bahasa lain, ia bisa disejajarkan dengan orang-orang sok suci. Oranf semacam ini sering kali menampilkan berbagai perilaku khas tanpa benar-benar menyadari ketimpangan itu. Mereka mungkin yakin telah bertindak benar meskipun ada dasar moral yang kurang.

Melansir Geediting.com pada Minggu (8/6), ada beberapa tanda mencolok yang sering kali ditunjukkan oleh individu semacam ini

Memelintir aturan saat tak ada yang Mengawasi.

Ketika tidak ada yang melihat atau mengawasi, mereka cenderung memanipulasi aturan atau norma demi kepentingan pribadi tanpa ragu. Ini Ikemampuan memelintir situasi demi keuntungan diri sendiri. Lawan korupsi, tapi korupsi.

Pidato eks Menag itu membajak percakapan untuk menyampaikan ceramah panjang mengenai moralitas atau kebenaran. Tujuannya adalah meninggikan diri mereka di mata orang lain. Seolah dirinya terlihat lebih bermoral daripada yang sebenarnya.

Bahasa lain mengajak kebaikan agar sok suci.

Pernyataan "Menteri Agama ajak kebaikan bukan korupsi" mencerminkan seruan moral dan ajakan untuk integritas, terutama dalam konteks Kementerian Agama (Kemenag) yang sering menghadapi kasus korupsi, di mana para pemimpinnya menyerukan kejujuran dan menghindari suap, seperti yang dilakukan Menag Nasaruddin Umar yang menolak gratifikasi, sementara sorotan publik juga tertuju pada Menteri Agama sebelumnya, Yaqut yang terseret kasus korupsi.

Sejak tahun 2024, terjadi sorotan publik terhadap kasus korupsi kuota haji yang melibatkan mantan Menteri Agama (Menag). Ini menunjukkan tantangan serius bagi Kemenag untuk membuktikan komitmen bersih-bersihnya.

Karena itu, ketika kuota haji yang semestinya dikelola dengan kehati-hatian dan keadilan diduga menjadi objek transaksi, publik bukan hanya marah. Publik merasa dikhianati.

Perkara ini adalah ujian serius bagi etika kekuasaan di ruang yang selama ini dianggap sakral.

Fakta hukumnya masih berjalan. KPK telah menetapkan tersangka dan menyiapkan penahanan. Kerugian negara ditaksir lebih dari Rp1 triliun. Asas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung. Namun sejarah mengajarkan, setiap perkara besar selalu menyimpan cerita yang lebih panjang dari sekadar nama dan pidato. ([email protected])

Berita Terbaru

Perkuat Sistem Listrik Tuban, PLN UIT JBM Rekonduktoring SUTT 150 kV Disiapkan Dukung Pertumbuhan Industri

Perkuat Sistem Listrik Tuban, PLN UIT JBM Rekonduktoring SUTT 150 kV Disiapkan Dukung Pertumbuhan Industri

Kamis, 10 Sep 2026 19:41 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 19:41 WIB

SurabayaPagi, Tuban – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat sistem transmisi listrik di Kabupaten Tuban, Jawa T…

Optimalkan Zakat Dorong Penguatan Unit Pengumpulan Zakat Tingkat Pemdes dan Kelurahan

Optimalkan Zakat Dorong Penguatan Unit Pengumpulan Zakat Tingkat Pemdes dan Kelurahan

Kamis, 10 Sep 2026 18:02 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI com. Sidoarjo - Demi mewujudkan optimalisasi penerimaan zakat, infak dan shodaqoh (ZIS) perlu sinergi antara pemerintah daerah, Badan Amil Zakat…

Pria di Cerme Pamer Alat Kelamin ke Pengendara Perempuan, Polisi Sebut Sudah 30 Kali Beraksi

Pria di Cerme Pamer Alat Kelamin ke Pengendara Perempuan, Polisi Sebut Sudah 30 Kali Beraksi

Kamis, 10 Sep 2026 17:00 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 17:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Aksi seorang pria yang diduga kerap mempertontonkan alat kelaminnya kepada perempuan yang melintas di jalan sepi di wilayah K…

Rekomendasi Laptop Terbaik 2026, ASUS Andalkan Ketahanan dan Layanan Purnajual

Rekomendasi Laptop Terbaik 2026, ASUS Andalkan Ketahanan dan Layanan Purnajual

Kamis, 10 Sep 2026 16:26 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 16:26 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – ASUS memperkuat layanan purnajual untuk pengguna laptop di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperpanjang masa g…

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Rabu ( 9 September 2026 ) pukul 17.00, warga Desa Tingal Kec.Garum Kab.Blitar di kejutkan adanya tewasnya seorang laki laki sekitar…

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Timur, Kamis (10/9/2026), dengan agenda penyampaian Nota Keuangan Gubernur atas Rancangan Perda …