Bersamaan OTT KPK, Anggota DPRD Laporkan Wali Kota Madiun ke Polisi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYA PAGI, Madiun – Di tengah operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap jajaran Pemerintah Kota Madiun, Wali Kota Madiun, Maidi, kembali terseret persoalan hukum.

Bersamaan dengan OTT tersebut, Maidi bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah, dilaporkan ke Polres Madiun Kota.

Laporan tersebut dilayangkan anggota DPRD Kota Madiun dari Fraksi Perindo, Dwi Djatmiko Agung Subroto. Legislator yang akrab disapa Kokok Patihan itu mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Madiun Kota, Senin (19/1/2026) siang, didampingi penasihat hukum.

Kokok mengungkapkan, pelaporan berawal dari kecurigaan terhadap pelaksanaan sejumlah proyek fisik yang dinilai tidak sesuai standar. Melalui Komisi III DPRD Kota Madiun, Fraksi Perindo sebelumnya telah meminta dokumen proyek untuk kepentingan pengawasan, namun permintaan tersebut tak kunjung dipenuhi.

“DPRD sudah dua kali mengirim surat untuk meminta bill of quantity, tetapi tidak pernah dijawab,” ungkap Kokok kepada wartawan.

Menurutnya, dokumen proyek seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, dan dokumen pendukung lainnya merupakan instrumen dasar pengawasan legislatif. Bahkan, permintaan tersebut juga disampaikan melalui forum resmi pandangan umum fraksi di DPRD.

Namun, kata Kokok, wali kota justru menyatakan dokumen proyek tidak dapat diberikan dengan alasan merupakan rahasia jabatan. “Jawaban itu disampaikan langsung oleh wali kota,” ujarnya.

Dokumen yang diminta, lanjut Kokok, berkaitan dengan delapan proyek fisik strategis, di antaranya pembangunan area panggung dan penataan Taman Aspirasi, proyek lanjutan Pondok Lansia, normalisasi saluran Jalan Soekarno-Hatta menuju Jalan Nitinegoro, peningkatan saluran Kali Gempol, pembangunan IP PLT, struktur atas Jembatan Gantung Patihan, normalisasi saluran Jalan Borobudur menuju Gang Setia, serta pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Atas dasar itu, Kokok Patihan melaporkan Wali Kota Madiun dan Kepala Dinas PUPR dengan dugaan menghalangi dan menyembunyikan dokumen proyek yang seharusnya dapat diakses publik. Tindakan tersebut dinilai berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Meski perkara tersebut masuk dalam ranah sengketa informasi publik, Kokok memilih menempuh jalur pidana. Alasannya, hingga kini belum terdapat Komisi Informasi (KI) di tingkat Kota Madiun.

“Biarkan nanti polisi yang menilai. Kalau memang tidak bisa ditangani, saya akan melanjutkan ke Komisi Informasi Provinsi,” tegasnya.

Berkas laporan dengan terlapor Wali Kota Madiun dan Kepala Dinas PUPR telah diterima petugas SPKT Polres Madiun Kota. Pelaporan tersebut terjadi bersamaan dengan OTT KPK terhadap dua pejabat tersebut, sehingga kian menambah sorotan publik terhadap tata kelola pemerintahan di Kota Madiun.mdn

Berita Terbaru

‎Skor LPPD Naik, Bupati Madiun: Jangan Cuma Kejar Nilai

‎Skor LPPD Naik, Bupati Madiun: Jangan Cuma Kejar Nilai

Senin, 07 Sep 2026 17:39 WIB

Senin, 07 Sep 2026 17:39 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Skor kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Kabupaten Madiun meningkat dalam evaluasi nasional. Meski demikian, Bupati Madiun H…

Sekjen PP AMPG Sebut Diklatda Jatim Pilot Project Kaderisasi Anak Muda se Indonesia

Sekjen PP AMPG Sebut Diklatda Jatim Pilot Project Kaderisasi Anak Muda se Indonesia

Senin, 07 Sep 2026 15:43 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG), Ubaidillah, menilai pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan …

Dibuka 10 September, Truk Kini Bisa Lewati Jembatan Buk Wedi Pasuruan

Dibuka 10 September, Truk Kini Bisa Lewati Jembatan Buk Wedi Pasuruan

Senin, 07 Sep 2026 15:24 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Setelah proses pembangunan jembatan selesai, kini kendaraan besar dapat kembali melewati Jembatan Buk Wedi di Kota Pasuruan mulai…

Pemkab Bojonegoro Sediakan Ruang Publik Modern Alun-alun Sisi Utara

Pemkab Bojonegoro Sediakan Ruang Publik Modern Alun-alun Sisi Utara

Senin, 07 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Dalam mewujudkan delapan fasilitas publik modern yang ramah untuk masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro masih…

Warga Surabaya Ramai Berburu Ikan Mabuk di Jembatan Jagir, Arus Lalin Tersendat

Warga Surabaya Ramai Berburu Ikan Mabuk di Jembatan Jagir, Arus Lalin Tersendat

Senin, 07 Sep 2026 15:05 WIB

Senin, 07 Sep 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini sejumlah warga ramai-ramai berburu ikan mabuk di bawah sungai Jembatan Jagir Wonokromo, Surabaya. Banyaknya warga…

Cara Aman Mendapatkan Tambahan Modal Usaha Tanpa Harus Mengorbankan Aset

Cara Aman Mendapatkan Tambahan Modal Usaha Tanpa Harus Mengorbankan Aset

Senin, 07 Sep 2026 14:50 WIB

Senin, 07 Sep 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam perjalanan membesarkan usaha, akan selalu ada momen di mana Anda dihadapkan pada kebutuhan mendesak, mulai dari lonjakan…