Ambrol Diterjang Banjir, Warga Bangun Jembatan Darurat Ponorogo–Trenggalek

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah pelajar dan warga melintasi jembatan gantung swadaya yang dibangun sebagai akses darurat penghubung Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek di Dusun Purworejo. SP/ PNG
Sejumlah pelajar dan warga melintasi jembatan gantung swadaya yang dibangun sebagai akses darurat penghubung Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek di Dusun Purworejo. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sempat diterjang banjir hingga jembatan ambrol, Warga Dusun Purworejo, Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur membangun jembatan gantung darurat secara swadaya setelah jembatan penghubung Ponorogo–Trenggalek.

Jembatan penghubung tersebut awalnya diterjang banjir pada awal 2026 dan membuat akses jalan penghubung lintas daerah terganggu. Sehingga, warga  inisiatif membangun jembatan darurat muncul dari kesepakatan warga agar anak-anak tetap bisa sekolah dan aktivitas ekonomi tidak terhenti.

Pasalnya, akibat derasnya arus sungai, memutus jalur pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan warga. Tak ingin aktivitas lumpuh berlarut, warga secara swadaya mengumpulkan bahan dan tenaga untuk membangun jembatan gantung sederhana sepanjang sekitar 40 meter.

"Kalau menunggu lama, kasihan anak-anak sekolah dan warga yang mau berobat. Jadi kami sepakat bangun sendiri seadanya," ujar Penjaga jembatan gantung, Suyanto, Rabu (18/02/2026)/

Menurut dia, sebagian besar warga Purworejo memang lebih dekat mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan di Trenggalek dibanding ke pusat layanan di Ponorogo. Sehingga, jika jembatan tidak bisa dilalui, warga harus memutar lebih dari 20 kilometer.

DIketahui, jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 2,5 meter itu sebelumnya menjadi akses utama menuju Dusun Pegat, Desa Depok, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Kini, jembatan gantung itu menjadi satu-satunya jalur tercepat bagi warga yang hendak menuju Trenggalek. Setiap pagi, puluhan pelajar melintasi jembatan tersebut dengan langkah hati-hati. Bahkan. dalam kondisi darurat medis, kata Suyanto, warga bahkan pernah menggendong pasien menyeberangi sungai saat arus memungkinkan.

Setiap hari, sekitar 30 hingga 50 warga melintasi jembatan gantung tersebut. Saat jam masuk sekolah, jumlahnya bisa mendekati 100 orang. Mereka berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan permanen agar akses antarwilayah kembali aman dan normal. tr-01/dsy

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…