SurabayaPagi, Blitar — Gebrakan baru bagi ekosistem wirausaha muda hadir di Bumi Bung Karno. Universitas Islam Balitar menjadi pusat kemeriahan Satsu Fest Volume 1 yang digelar pada 2–3 Mei 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Rumah BUMN Blitar dengan dukungan penuh PLN Peduli ini menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda, pelaku UMKM, serta wirausaha rintisan atau start-up untuk memperluas jejaring, mempromosikan produk, dan meningkatkan kapasitas usaha.
Satsu Fest Vol. 1 hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pelaku usaha muda terhadap ruang promosi yang lebih segar, spesifik, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, Rumah BUMN Blitar bersama PLN Peduli berupaya menghadirkan ekosistem pendukung yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan masyarakat.
Pengurus Rumah BUMN Blitar, Sulistyaningsih, menyampaikan bahwa Satsu Fest lahir dari aspirasi peserta pelatihan milenial yang menginginkan wadah promosi kreatif dan kolaboratif.
“Selama ini pameran bertema global. Melalui Satsu Fest, kami bersama PLN Peduli merangkul komunitas dan akademisi untuk menjadi support system terbesar bagi inovasi ide kreatif wirausaha muda,” ujar Sulistyaningsih.
Berbeda dari festival pada umumnya, Satsu Fest Vol. 1 juga mengusung misi keberlanjutan melalui pengenalan prinsip sustainability dan ekonomi hijau dalam kewirausahaan.
Rumah BUMN Blitar turut mempersiapkan peluncuran aplikasi sertifikat ekonomi hijau yang direncanakan pada Juli mendatang.
Selain itu, para pelaku UMKM juga diperkenalkan dengan metode Scrum sebagai pendekatan manajemen usaha agar lebih adaptif, tangkas, dan siap menghadapi dinamika pasar.
“Kami juga memperkenalkan metode Scrum untuk manajemen usaha start-up. Ini mungkin yang pertama di Jawa Timur diterapkan bagi UMKM, dan kami membidiknya agar manajemen mereka lebih tangkas,” tambah Sulistyaningsih.
Sebanyak 27 tenant pilihan dari sektor kuliner, fashion, dan craft turut memeriahkan area festival di halaman Universitas Islam Balitar.
Dari jumlah tersebut, 15 tenant merupakan binaan Rumah BUMN Blitar, sementara sisanya merupakan wirausaha baru yang mulai mengenal ruang kolaborasi dan co-working space di Rumah BUMN Blitar.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyampaikan bahwa dukungan PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan UMKM yang berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan.
“PLN tidak hanya hadir untuk menyediakan energi listrik yang andal, tetapi juga berkomitmen menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat. Melalui Satsu Fest Vol. 1, kami ingin mendorong lahirnya wirausaha muda yang kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki kepedulian terhadap prinsip ekonomi hijau. Kami percaya UMKM Blitar memiliki potensi besar untuk naik kelas, bahkan menembus pasar yang lebih luas,” ujar Ahmad Mustaqir.
Ia menambahkan, kolaborasi antara PLN Peduli, Rumah BUMN Blitar, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku usaha menjadi kunci penting dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah.
“Kegiatan seperti ini menjadi ruang bertemunya ide, inovasi, dan peluang. Harapannya, Satsu Fest tidak berhenti sebagai ajang pameran, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk mencetak UMKM yang mandiri, modern, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Kerja sama dengan Universitas Islam Balitar juga dinilai strategis karena mampu menghubungkan praktik kewirausahaan di lapangan dengan penguatan keilmuan akademis. Melalui kolaborasi ini, UMKM diharapkan memperoleh pembaruan pengetahuan, baik dari sisi teori maupun praktik bisnis.
Meski baru digelar untuk pertama kalinya, antusiasme peserta dan masyarakat sangat tinggi. Banyak pelaku usaha bahkan telah menyatakan minat untuk mengikuti Satsu Fest Volume 2. Hal ini menunjukkan besarnya kebutuhan UMKM terhadap ruang kolaborasi dan promosi yang inklusif.
Dari sekitar 1.500 UMKM binaan Rumah BUMN Blitar, belum seluruhnya dapat terakomodasi dalam Satsu Fest Vol. 1. Oleh karena itu, PLN bersama Rumah BUMN Blitar akan melakukan evaluasi dan survei kepada pelaku usaha maupun pengunjung sebagai bahan pengembangan kegiatan berikutnya.
Selain pameran UMKM dan sesi coaching, Satsu Fest Vol. 1 juga dimeriahkan dengan kompetisi menari dan penampilan musisi lokal.
Kehadiran agenda seni dan hiburan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan talenta lokal Blitar kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui Satsu Fest Vol. 1, PLN Peduli dan Rumah BUMN Blitar berharap semangat kolaborasi, inovasi, serta keberlanjutan dapat terus tumbuh di kalangan wirausaha muda.
Festival ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terciptanya ekosistem UMKM yang lebih kuat, kreatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Editor : Redaksi