SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini di Kota Mojokerto berbeda dengan peringatan May Day pada tahun-tahun sebelumnya. Peringatan May Day tahun ini lebih meriah.
Rangkaian peringatan May Day dimulai sejak Sabtu (23/5/2026). Berbagai lomba digelar digelar pada Hari Buruh tahun ini. Diantaranya, lomba catur. Turnamen Catur May Day 2026 yang digabung dengan HUT Bhayangkara Polresta Mojokerto ini memperebutkan Piala Kapolresta.
Turnamen yang digelar di GOR Seni Mojopahit ini terbuka untuk warga Kota Mojokerto dan pelajar Kota Mojokerto. Pendaftaran peserta tidak dipungut biaya dengan Kota terbatas hanya 100 peserta.
Bagi pemenang juara 1 – 4, baik kategori dewasa maupun yunior disediakan uang pembinaan selain mendapatkan tropi.
Selain itu, juga ada Kuis Cermat. Kuis ini digelar di ruang rapat Bagian Kesra Pemerintah Kota Mojokerto. Puncaknya, pada peringatan May Day 2026 di Kota Mojokerto digelar Jalan Santai May Day 2026 yang dipusatkan di GOR Seni Majapahit, Minggu (24/52026).
Jalan santai digelar cukup meriah dalam suasana penuh kebersamaan antara pekerja, pengusaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
May Day tahun ini mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, jalan santai berlangsung meriah dan diikuti ribuan peserta. Selain jalan sehat, juga disediakan berbagai hadiah, mulai dari motor listrik sebagai hadiah utama, sepeda gowes, hingga beragam barang elektronik yang disambut antusias oleh para peserta.
Pada kesempatan ini juga dilaunching logo Hari Jadi Kota Mojokerto yang ke-108, serta kalender event yang akan digelar sepanjang bulan Juni dengan berbagai kegiatan menarik yang bisa disaksikan dan diikuti langsung oleh masyarakat.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang hadir dalam Jalan Santai May Day 2026 ini mengatakan, hubungan industrial yang harmonis merupakan modal penting bagi daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
“Kami meyakini kolaborasi antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto tetap positif, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini menegaskan bahwa pengusaha dan pekerja memiliki hubungan yang saling membutuhkan. Karena itu, sinergi yang baik harus terus dijaga agar iklim usaha tetap kondusif dan mampu mendorong masuknya investasi baru.
“Pengusaha membutuhkan pekerja dan pekerja juga membutuhkan pengusaha. Karena itu hubungan industrial yang harmonis harus terus dijaga agar iklim investasi tetap kondusif dan pembangunan ekonomi dapat berjalan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, Pemkot Mojokerto optimistis pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus terjaga sekaligus membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
“Peringatan Hari Buruh bukan hanya momentum apresiasi bagi para pekerja, tetapi juga penguatan komitmen bersama untuk membangun hubungan industrial yang harmonis demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto,” pungkas Ning Ita. dwi
Editor : Redaksi