SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Menindaklanjuti sebanyak tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tercatat mengalami gangguan kejiwaan, saat ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat tengah menangani dan mengevaluasi pihak terkait di rumah sakit yang berwenang.
Saat ini mereka masih menjalani proses terapi serta pemantauan kesehatan. Pasalnya, dengan kondisi yang terindikasi gangguan jiwa tersebut berpotensi berujung pada pensiun dini apabila hasil pemeriksaan medis menyatakan yang bersangkutan tidak lagi mampu menjalankan tugas sebagai ASN.
"Sekarang mereka masih dalam proses pemeriksaan dan terapi oleh rumah sakit. Nanti akan dilihat bagaimana perkembangan kondisinya melalui hasil evaluasi medis," jelas Kepala BKD Sidoarjo, Ahmad Misbahul Munir, Kamis (18/06/2026).
Menurutnya, gangguan kesehatan mental dapat dialami siapa saja, termasuk ASN. Menurutnya, berbagai faktor dapat menjadi pemicu, mulai dari persoalan pekerjaan, lingkungan sosial hingga masalah keluarga. Selain itu, BKD bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, terus melakukan upaya pencegahan agar kasus serupa tidak bertambah. Salah satunya melalui seminar kesehatan mental, pembinaan pegawai oleh atasan langsung, hingga kegiatan penguatan karakter dan spiritual.
"Ini sebenarnya bisa menimpa siapa pun sesuai dengan pemicunya. Bisa karena masalah pekerjaan, keluarga, maupun faktor lainnya. Yang jelas saat ini mereka masih menjalani terapi dan pendampingan. Kami sering mengadakan seminar dengan tema kesehatan mental dan penguatan mental ASN. Selain itu ada pembinaan oleh atasan, termasuk kegiatan-kegiatan yang bertujuan membangun kebersamaan dan kesehatan psikologis pegawai," jelasnya.
Pihaknya juga tengah menggencarkan deteksi dini dan menekankan dukungan lingkungan kerja karena hal itu dapat menjadi kunci mencegah gangguan kesehatan mental berkembang lebih serius. "Yang terpenting adalah menjaga komunikasi, membangun kebersamaan, dan segera mencari bantuan ketika ada masalah. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik," ujarnya. sd-01/dsy
Editor : Redaksi