Peternak di Kota Batu Hadapi Krisis Bahan Baku Ekstrem hingga Harga Telur Anjlok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu peternak ayam petelur. SP/ BTU
Ilustrasi. Salah satu peternak ayam petelur. SP/ BTU

i

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menyusul merosotnya harga jual telur di tingkat peternak yang berbarengan dengan melonjaknya harga bahan baku secara ekstrem, membuat sejumlah para peternak ayam petelur di kota batu kian memprihatinkan. Di mana harga beli dari pengepul di tingkat kandang telah jatuh ke angka Rp 19 ribu per kilogram.

"Ini baru kemarin naik Rp 19 ribu per kilogram. Sebelumnya paling rendah sempat Rp 17 ribu per kilogram," jelas Seorang peternak ayam petelur di Kota Batu sekaligus pemilik ASeeg Farm, Sotya Hanief, Kamis (02/07/2026).

Lebih lanjut, terkait harga tingkat kandang itu terbilang cukup parah. Pasalnya, menurut perhitungan kalkulasi usaha, Harga Pokok Produksi (HPP) ideal untuk menghasilkan satu kilogram telur saat ini telah membengkak ke kisaran Rp 23 ribu-Rp 24 ribu. Bahkan, yang membuat prihatin yakni Hanief mengaku harus menguras uang tabungannya untuk bertahan menghadapi keadaan saat ini.

"Cuman kalau kita ambil di harga segitu (Rp 19 ribu), kita aslinya sudah enggak nutup biaya operasional dan lain-lain. Jadi kalau harga segitu bakul ambil, sudah rugi sekitar Rp 4 ribu-Rp 5 ribu rupiah per kilo. Kalau di bawah itu ya sudah, kerja bakti dan nguras tabungan yang ada," kata Hanief.

Sementara itu, diketahui faktor utama pembengkakan HPP tersebut bersumber dari komponen pakan yang memakan porsi hingga 80�ri total biaya operasional. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berimbas langsung pada lonjakan harga bahan baku pakan impor seperti Meat and Bone Meal (MBM) dan Bungkil Kedelai (BKK).

Akibatnya, harga satu sak konsentrat (50 kg) naik dari semula Rp 370 ribu kini menyentuh angka Rp 410 ribu hingga Rp 415 ribu. Kenaikan harga pakan ini juga diikuti oleh komoditas jagung lokal yang menyusun 50�ri total formulasi pakan yang merangkak naik dari Rp 5 ribu menjadi Rp 6.800-Rp 7.000 per kilogram.

Dampak dari krisis operasional ini membuat kapasitas stok modal kerja peternak menipis. Cadangan pakan di gudang yang biasanya aman untuk memasok kebutuhan selama 2 minggu, kini hanya bisa bertahan untuk 1 minggu saja. "Harapannya sih supaya ekonominya ini semuanya stabil. Jagung bisa normal, konsentrat bisa turun. Kalau harga telur ya mengikuti lah, sesuaikan sama HPP-nya aja. Yang penting kita sudah dapat untung dan bisa tetap kerja," tandasnya. bt-02/dsy

Berita Terbaru

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

Selasa, 13 Okt 2026 21:30 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 21:30 WIB

SurabayaPagi, Sukoharjo - PT PLN (Persero) mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui kemitraan layanan pembayaran tagihan dan…

Bupati Madiun Targetkan Produktivitas Padi 10 Ton per Hektare

Bupati Madiun Targetkan Produktivitas Padi 10 Ton per Hektare

Selasa, 13 Okt 2026 21:13 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 21:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sebagai salah satu wilayah lumbung pangan di wilayah Jawa Timur, Bupati Madiun Hari Wuryanto menargetkan produktivitas padi men…

Bupati Sumenep : Kepastian Hukum Penyusunan RDTR Dukung Pembangunan Daerah

Bupati Sumenep : Kepastian Hukum Penyusunan RDTR Dukung Pembangunan Daerah

Selasa, 13 Okt 2026 20:58 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 20:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep  – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menekankan pentingnya kepastian hukum dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk m…

Sidak RSUD Ponorogo, DPRD Soroti Ruang Tunggu Poliklinik Berdesakan hingga Antrean Obat

Sidak RSUD Ponorogo, DPRD Soroti Ruang Tunggu Poliklinik Berdesakan hingga Antrean Obat

Selasa, 13 Okt 2026 17:56 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Komisi D DPRD Kabupaten Ponorogo menyoroti sejumlah persoalan pelayanan di rumah sakit umum daerah (RSUD) setelah melakukan…

Toko Bangunan 999 di Desa Sukosewwu Blitar Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Toko Bangunan 999 di Desa Sukosewwu Blitar Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Selasa, 13 Okt 2026 15:55 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Lagi terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Blitar, kali ini sebuah Toko bangunan 999 milik LS.49  warga Desa Sukosewu Kec.Gandusari …

MTQ Difabel di Lamongan, Diikuti Ratusan Kafilah dari Jawa Hingga Bali

MTQ Difabel di Lamongan, Diikuti Ratusan Kafilah dari Jawa Hingga Bali

Selasa, 13 Okt 2026 15:46 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Tidak biasanya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Difabel 2026 yang digelar di Lamongan, diikuti ratusan peserta dari Jawa dan Bali, …