SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Selama pelaksanaan haji tahun 2026, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Kota Surabaya mencatat sebanyak 85 orang jemaah haji wafat. Dimana, jumlah tersebut satu orang meninggal di Surabaya saat pemberangkatan, enam orang juga di Surabaya saat proses pemulangan dan sisanya di Arab Saudi.
Kepala BBKK Kota Surabaya, Rosidi Roslan mengatakan, jika jumlah tersebut disebut turun 20 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, terkait mayoritas jemaah haji yang meninggal di Arab Saudi karena mengalami gangguan kesehatan, mulai dari heart stroke hingga masalah pernafasan. Mayoritas jemaah yang meninggal berusia lanjut. Di samping itu, aktivitas padat saat puncak ibadah haji yang melelahkan memicu terjadinya penyakit pada jemaah.
"Sampai saat ini tercatat ada terjadi penurunan kematian ya kalau dibandingkan tahun 2025. Ada sekitar 20,6 persen ya. Kalau tahun lalu kalau enggak salah dari Surabaya itu ada sekitar 107 ya. Nah, sekarang ada lebih kurang sekitar 85. Jadi habis Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) itu kan fisiknya kemudian juga masalah kelelahan itu memicu kan cara sakit yang sebelumnya enggak ada," ujarnya, Kamis (02/07/2026).
Meskipun angka Kematian jemaah haji mengalami penurunan , pihaknya berharap agar pelaksanaan haji tahun depan tak ada jemaah yang meninggal dunia. Upaya-upaya penguatan jemaah pun perlu dilakukan untuk mengurangi angka tersebut.
Rosidi mengungkap, selain jemaah meninggal pihaknya juga mencatat masih ada 16 jemaah yang menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Rinciannya, tujuh orang mengalami masalah pernafasan, enam orang jantung dan satu orang penyakit lainnya. Selain itu, masih ada tiga orang jemaah yang saat ini dirawat di RS Haji Surabaya. Mereka mayoritas mengalami masalah kesehatan karena usia.
"Penyakit yang degeneratif ya, itu yang banyak. Ya, karena memang kondisinya sudah lasia, kemudian diri juga, tinggal bagaimana nanti tinggal pengkondisian supaya dia cepat sembuh," jelasnya. sb-02/dsy
Editor : Redaksi