SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinilai berpotensi berdampak pada aktivitas warga dan perekonomian setempat, sejumlah warga meminta Pemerintah Kota Surabaya mengkaji ulang rencana uji coba rekayasa lalu lintas satu arah di Jalan Raya Lontar, yang bakal memicu menurunnya omzet ratusan pedagang di sepanjang Jalan Raya Lontar serta menyulitkan mobilitas warga.
Pasalnya, Jalan Raya Lontar yang memiliki panjang sekitar dua kilometer merupakan kawasan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi masyarakat sehingga perubahan arus lalu lintas perlu dikaji secara menyeluruh. Sehingga, sejumlah warga mengusulkan agar kendaraan roda dua tetap diberikan akses dua arah apabila rekayasa lalu lintas diberlakukan, sedangkan sistem satu arah dapat diterapkan untuk kendaraan roda empat atau lebih.
"Kami menolak. Kasihan ratusan pedagang di sepanjang Jalan Raya Lontar, omzetnya pasti turun drastis. Aktivitas berkendara warga juga terganggu karena harus memutar jika diterapkan satu arah," ujar Tokoh masyarakat Lontar Warsito di Surabaya, Rabu (08/07/2026).
Lebih lanjut, pihaknya juga menilai pemerintah perlu mempertimbangkan keberadaan jalan baru yang menghubungkan kawasan Pakuwon dan Citraland yang direncanakan menjadi jalan dua arah hingga tersambung ke Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). Selain itu, keberadaan sejumlah fasilitas publik, termasuk sekolah, menurut dia perlu menjadi bagian dari analisis dampak lalu lintas sebelum kebijakan diterapkan.
"Menurut saya sebaiknya dikaji dulu sebelum diputuskan. Jangan hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga mempertimbangkan dampak ekonomi masyarakat dan aktivitas warga," ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya berencana menguji coba rekayasa lalu lintas di kawasan Jalan Radial Road Lontar dan Jalan Raya Lontar untuk mengurai kemacetan di Surabaya Barat. Sedangkan Jalan Raya Lontar direncanakan menjadi satu arah sebagai bagian dari uji coba rekayasa lalu lintas. Menurut pemerintah kota, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan tersebut. sb-03/dsy
Editor : Redaksi