SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebagai langkah strategis untuk menekan dan mencegah stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro saat ini tengah gencar meminta masyarakat di wilayah setempat mengkonsumsi protein hewani, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kecukupan protein hewani seperti telur, ikan, daging dan susu.
"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen kuat dalam mempercepat penurunan dan pencegahan angka stunting dengan memperkuat ketahanan gizi keluarga seperti mengkonsumsi protein hewani," kata ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, Rabu (08/07/2026).
Pasalnya, potensi Kabupaten Bojonegoro yang kaya sektor peternakan dan perikanan perlu dioptimalkan untuk dialokasikan langsung pada pemenuhan gizi keluarga. Ditambahkan, selain itu melalui keterlibatan aktif para kader PKK Kecamatan dan Pokja Kabupaten dengan memberikan edukasi masif mengenai pengolahan protein hewani ini diharapkan dapat langsung disebarluaskan hingga ke tingkat dasawisma.
"Kolaborasi berkelanjutan bersama Unair diharapkan mampu mengonversi kekayaan sumber daya alam lokal menjadi instrumen peningkatan kualitas hidup dan tumbuh kembang anak-anak di Bojonegoro," jelasnya.
Oleh karena itu, Pemkab Bojonegoro berharap kegiatan ini bukan sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan motor penggerak bagi lahirnya kebijakan berbasis komunitas yang mampu membebaskan Bojonegoro dari stunting secara berkelanjutan. Diantaranya, program unggulan Pemkab Bojonegoro seperti peternakan ayam petelur mandiri (Gayatri), budidaya lele dan manajemen ternak domba di Bojonegoro menjadi pilar utama penyediaan protein hewani.
"Adanya potensi itu memastikan protein hewani yang Aman, Sehat, Utuh dan halal (ASUH) untuk dikonsumsi masyarakat lokal," katanya. bj-01/dsy
Editor : Redaksi