Cetak KTP di Lamongan Sampai Berhari-hari, Anggota Dewan ini Sebut Kemunduran

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Meta Paramita Nur Aziza salah satu anggota DPRD Lamongan saat  menunjukan berkas tanah terima pengurusan E KTP.

FOTO:SP/MUHAJIRIN
Meta Paramita Nur Aziza salah satu anggota DPRD Lamongan saat menunjukan berkas tanah terima pengurusan E KTP. FOTO:SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Cetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dianggap tambah mundur, karena untuk bisa mencetak KTP butuh waktu berhari-hari, kondisi yang demikian ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

Puncaknya, ada salah satu anggota DPRD Kabupaten Lamongan Meta Paramita Nur Azizah, menjadi salah satu dari sekian warga yang mengeluhkan pelayanan yang ada di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Lamongan, khususnya untuk mencetak KTP harus berhari-hari, padahal beberapa tahun lalu, cetak KTP saat masih di Kecamatan, atau di Kantor Discapilduk bisa langsung jadi.

"Saya sengaja datang sendiri untuk ngurus KTP tapi anehnya meski berkas sudah lengkap, tapi KTP tidak bisa dicetak harus menunggu beberapa hari," kata Meta panggilan akrab politisi perempuan asal Solokuro menceritakan pengalamannya mengurus perubahan data e-KTP miliknya di MPP Lamongan pada Rabu (8/7/2026).

Meta mengaku datang ke MPP untuk mengubah foto, status pernikahan, hingga pekerjaan pada e-KTP miliknya. Semua persyaratan administrasi diklaimnya sudah lengkap dan ia pun mengikuti antrean normal seperti warga lainnya.

"Saya sengaja datang ke MPP untuk mengganti foto dan status. Berkas sudah lengkap dan saya juga mengikuti prosedur, antre seperti masyarakat lainnya," ujarnya.

Meta menjelaskan, perubahan foto e-KTP ini ini dilakukan karena wajahnya saat ini dinilai sudah berbeda dengan foto lamanya. Gara-gara hal itu, ia bahkan sempat beberapa kali tertahan di bandara.

"Beberapa kali saat berada di bandara, saya diminta menunjukkan identitas lain sebagai pembanding (karena foto KTP beda)," ungkapnya.

Namun, Meta mengaku kecewa lantaran e-KTP barunya tidak bisa langsung dicetak hari itu juga. Petugas loket menginformasikan bahwa dokumen tersebut baru bisa diambil pada Jumat, 10 Juli 2026.

"Yang saya tahu seharusnya penggantian foto dan status bisa selesai dalam sehari. Tapi saya diberi tahu baru jadi tanggal 10 karena katanya antreannya banyak, sampai ratusan pemohon," keluh Meta.

Selain mengeluhkan durasi waktu yang lama, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Lamongan ini juga menyoroti sikap dan keramahan petugas yang berjaga di loket pelayanan MPP.

"Kalau di loket mungkin petugasnya bisa lebih ramah. Saya tadi merasa pelayanannya kurang. Kalau memang bisa dikerjakan lebih cepat, kenapa harus menunggu sampai berhari-hari," cetus Meta. 

Ia berharap, Disdukcapil Lamongan bisa segera berbenah. Baik dari segi kecepatan sistem maupun kualitas pelayanan dari para petugas di lapangan.

"Harapan saya pelayanan bisa diperbaiki. Petugas harus ramah dan prosesnya lebih cepat. Kita mengurus dokumen tentu karena ada kebutuhan mendesak," tegasnya.

Sementara itu, terpisah Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lamongan, Kresti Normasari saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa, proses penerbitan e-KTP untuk perubahan data memang memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) maksimal tiga hari kerja.

"Memang SOP-nya selama tiga hari. Kami mengikuti ketentuan dari pemerintah pusat, sehingga proses pelayanan yang kami lakukan juga mengacu pada aturan tersebut," terang Kresti saat dikonfirmasi terpisah.

Kresti menambahkan, waktu penyelesaian ini tidak hanya bergantung pada petugas di daerah, melainkan sangat dipengaruhi oleh sistem aplikasi yang terintegrasi langsung dengan pusat.

"Kendala teknis seperti jaringan atau aplikasi dari pusat tentu di luar kendali kami. Karena sistemnya terhubung dengan pusat, kami menyesuaikan proses yang ada," dalihnya.

Meski begitu, pihak Disdukcapil berjanji akan menjadikan keluhan ini sebagai bahan evaluasi demi meningkatkan kualitas pelayanan di MPP Lamongan ke depan.

"Ke depan tentu akan kami evaluasi. Harapannya pelayanan bisa semakin baik, tetapi kami tetap harus mengikuti prosedur dan sistem yang telah ditetapkan pemerintah pusat," pungkas Kresti.jir

Berita Terbaru

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…