Wujudkan Pertanian Ramah Lingkungan, Pemkab Magetan Kembangkan Pupuk Organik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Pengembangan pupuk subsidi untuk pertanian. SP/ MGT
Ilustrasi. Pengembangan pupuk subsidi untuk pertanian. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna mewujudkan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, terus mengupayakan pengembangan pupuk organik cair di kalangan petani setempat, berupa pupuk organik cair yang dikenalkan ke para petani tersebut untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida berbahan kimia, sehingga muaranya adalah mewujudkan pertanian organik.

Pengawas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan Nur Hadi menjelaskan, dalam upaya membentuk pertanian organik dan ramah lingkungan di Kabupaten Magetan, pada tahun 2026 difokuskan pada tahap sosialisasi kepada petani, sedangkan tahun 2027, akan dilanjutkan dengan pendampingan secara intensif.

"Tujuan kegiatan diseminasi sekaligus pelatihan pembuatan pupuk organik cair ini adalah menginisiasi kelompok tani agar mulai menerapkan pertanian organik, minimal pertanian ramah lingkungan. Harapannya tercipta ketahanan pangan, kedaulatan pangan, sekaligus keberlanjutan sektor pertanian. Sehingga, petani bisa lebih mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di sekitarnya, sehingga ketergantungan terhadap bahan kimia semakin berkurang," ujarnya, Rabu (15/07/2026).

Adapun dalam pengenalan pupuk organik cair tersebut, para petani serta kelompok tani yang terlibat tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung membuat pupuk organik cair (POC), mikroorganisme lokal (MOL), Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi), hingga budi daya jamur Trichoderma sebagai agen hayati. Sedangkan untuk pembuatan MOL dilakukan dengan memanfaatkan air cucian beras (air leri) yang diperkaya dengan bonggol pisang, buah mojo, serta limbah kulit atau buah nanas. 

Mikroorganisme lokal tersebut berfungsi membantu memperbaiki kondisi tanah yang mengalami penurunan kesuburan melalui penambahan bakteri yang bermanfaat. Sehingga, selain mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan, lanjutnya, penggunaan agensia hayati dan produk organik tersebut juga untuk perbaikan struktur tanah akibat residu bahan-bahan kimia yang digunakan. mg-01/dsy

Berita Terbaru

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengacak-acak Kota Madiun, Rabu (7/10/2026). Kali ini, tim antirasuah mend…

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tak main-main terhadap pelaku usaha yang merusak lingkungan. Usaha kuliner di kawasan Kejuron…

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Semangat Hari Kesaktian Pancasila diwujudkan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui aksi nyata menjaga k…

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pawon Jenggolo kembali mencuri perhatian para pencinta kuliner lewat penawaran menu andalan di Lime Restaurant Favehotel Sidoarjo m…

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…