Lewat Revitalisasi Lahan, Pemkot Batu Jaga Eksistensi Apel Jadi Komoditas Ikonik 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Jawa Timur meninjau lahan perkebunan apel yang berada di wilayah Kecamatan Bumiaji. SP/Foto:DPKP Kota Batu
Jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Jawa Timur meninjau lahan perkebunan apel yang berada di wilayah Kecamatan Bumiaji. SP/Foto:DPKP Kota Batu

i

SURABAYAPAGI.com, Batu - Melalui revitalisasi lahan perkebunan komoditas, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, berupaya menjaga eksistensi apel sebagai komoditas ikonik daerah setempat. Dimana, program revitalisasi ini dilakukan secara bertahap dan pada 2026 menyasar tiga hektare lahan perkebunan apel.

"Revitalisasi di lahan tiga hektare karena menyesuaikan ketersediaan anggaran, untuk total lahannya  mencapai 300 hektare yang hanya berada di Kecamatan Bumiaji dan ini untuk menjaga apel sebagai ikon Kota Batu," jelas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Hendry Suseno, Kamis (23/07/2026).

Pasalnya, wilayah Bumiaji memang menjadi wilayah sentra penghasil apel yang tersisa sehingga perlu dijaga agar produksi terus berlanjut. Dan berdasarkan uji ekspresi gen oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2023 di Kota Batu, produksi apel paling baik memang berasal dari Kecamatan Bumiaji, khusus Kelurahan Tulungrejo yang berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Kalau lokasi yang di bawah (Kecamatan Bumiaji) karena kondisi agroklimatologi tidak mendukung banyak petani beralih ke komoditas lain. Sedangkan di Bumiaji petani masih mendapatkan keuntungan," ujarnya.

Sementara itu, untuk revitalisasi lahan ini difokuskan pada upaya mengembalikan kesuburan tanah pada lahan apel dengan memberikan bantuan pupuk plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) dan nitrogen, fosfor, serta kalium (NPK) setelah sebelumnya sempat dilakukan pergantian atau peremajaan tanaman.

Diketahui, untuk harga apel di tingkat petani saat ini sebesar Rp12 ribu per kilogram di tingkat petani dan bisa melonjak signifikan ketika masuk pasar yang mencapai Rp30 ribu per kilogram. Selain revitalisasi lahan, dinas terkait juga berupaya merealisasikan bantuan sarana penunjang, seperti rumah kompos, kandang komunal, dan program edukasi guna meningkatkan kapasitas petani.

Pemkot Malang berharap serangkaian upaya yang dilakukan ini mampu menjaga keberlanjutan sektor perkebunan apel di Kota Batu. "Ada yang kami dampingi sebagai penangkar dan ada petani yang membuat pestisida nabati karena 60 persen biaya produksi apel untuk membeli pestisida," ujarnya. bt-02/dsy

Berita Terbaru

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surahaya — Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, sekaligus mengincar pencatatan Rekor MURI, Kodim 0830 Surabaya yang bekerjasama dengan F…

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

SURABAYAPAGI, com. Surabaya - Persoalan seragam batik sekolah dikeluhan wali murid menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Surabaya  Ajeng …

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

 SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar aksi donor darah serentak di 38 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Ulang Ta…

Tak Hanya Hidup Sehat, Warga Mojokerto Dibekali Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

Tak Hanya Hidup Sehat, Warga Mojokerto Dibekali Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

Minggu, 27 Sep 2026 15:35 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Menjaga kesehatan bukan hanya tentang mencegah penyakit, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan …

Kick Off Road HUT IDI, Ning Ita Dorong Kolaborasi Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

Kick Off Road HUT IDI, Ning Ita Dorong Kolaborasi Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

Minggu, 27 Sep 2026 15:31 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Mojokerto dan Ikatan…

Kekeringan Musim Kemarau, Polsek Gandusari bersama Tiga Pilar, Toga dan Tomas Salurkan Bantuan Air Bersih

Kekeringan Musim Kemarau, Polsek Gandusari bersama Tiga Pilar, Toga dan Tomas Salurkan Bantuan Air Bersih

Minggu, 27 Sep 2026 15:28 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan, di musim kemarau yang panjang ini,…