SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Mengatasi krisis air bersih tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sumur bor di enam titik atau di wilayah terdampak sebagai olusi jangka panjang dalam penanganan kekeringan pada musim kemarau.
"Untuk solusi jangka panjangnya, tahun ini kami anggarkan untuk pembangunan sumur bor di beberapa titik, dan ini merupakan upaya pemerintah daerah agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan air saat musim kemarau tiba," ujar Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Kamis (03/09/2026).
Menurut Rio, pembangunan sumur bor di beberapa desa yang selama ini kerap mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau diharapkan mendekatkan akses sumber air kepada masyarakat, sehingga warga tidak perlu lagi berjalan dengan jarak cukup jauh mendapatkan air atau menunggu bantuan kiriman air bersih.
Sementara itu, salah seorang warga Dusun Sokaan Barat, Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, Safitri (35) mengaku mengalami kesulitan air bersih sejak sekitar tiga bulan terakhir, dan selama itu pula hanya mengandalkan bantuan pengiriman air pemerintah daerah dan sumber mata air yang yang jaraknya cukup jauh, yakni sekitar 2 kilometer.
Diketahui, berdasarkan data BPBD Situbondo menyebutkan, sebanyak 4.271 KK atau 11.409 jiwa tersebar di 12 dusun di delapan desa dan enam kecamatan, yakni Dusun Karang Nangka, Desa Selowogo (Kecamatan Bungatan), Dusun Bendusa dan Dusun Polay di Desa Jatisari, Dusun Telagasari, Desa Curahtatal (Kecamatan Arjasa) kesulitan air bersih. Demikian juga di Dusun Bedera, Desa Sumbrejo, Dusun Sekarputih dan Dusun Curahtemu, Desa Sumberanyar (Kecamatan Banyuputih), Dusun Sokaan Utara, Desa Gunung Putri (Kecamatan Suboh), Dusun Tubo Timur, Desa Rajekwesi (Kecamatan Kendit), dan Dusun Krajan, Desa Kembangsari (Kecamatan Jatibanteng). st-01/dsy
Editor : Redaksi