SURABAYAPAGI.com - Perusahaan Telcom menempatkan keberagaman, inklusivitas, dan peningkatan kompetensi SDM sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang adaptif sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Komitmen tersebut dijalankan melalui pilar Empower Our People dalam strategi environmental, social, and governance (ESG). TelkomGroup yang disebut GoZero%. Pilar ini menempatkan pengembangan manusia sebagai salah satu elemen penting dalam keberlanjutan transformasi perusahaan.
Vice President Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri mengatakan prinsip keberlanjutan kini menjadi salah satu fondasi dalam menentukan arah pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, sustainability tidak lagi ditempatkan sebatas sebagai bagian dari kewajiban perusahaan, tetapi telah terintegrasi dengan strategi bisnis TelkomGroup.
“Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital,” ujar Gunawan dikutip dari detikInet, Rabu (2/9/2026).
Sejalan dengan itu, Telkom terus meningkatkan kompetensi talenta agar sesuai dengan kebutuhan industri digital yang berkembang. Pada 2025, sebanyak 20,2% karyawan TelkomGroup tercatat merupakan digital talent. Penguatan kapasitas SDM tersebut menjadi bagian dari persiapan perusahaan menghadapi perubahan kebutuhan industri di masa depan.
Selain pengembangan talenta dan penerapan prinsip inklusivitas, Telkom juga mendorong penciptaan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK). Sepanjang 2025, sebanyak 12,6% UMK binaan Telkom berhasil naik kelas, melampaui target tahunan sebesar 10%. Jumlah UMK yang memperoleh pembinaan juga meningkat menjadi 24.646 UMK pada 2025, dari 18.102 UMK pada tahun sebelumnya. ec/he
Editor : Redaksi