Peringati Hari Ikan Nasional ke 8 Tahun

Kolam Lele Keluarga Jadi Andalan Cerdaskan Masyarakat Jatim

Kabid Perikanan Budidaya DKP Jatim Hari Pranoto (kiri) menjelaskan program inovasi Kolam Lele Keluarga (KOLEGA) kepada pengunjung yang hadir dalam Pameran Budidaya perikanan di Surabaya.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Perikanan Budidaya menggelar pameran dalam rangka memperingati Hari Ikan Nasional ke 8 tahun 2021. Acara digelar di Ballroom Dyandra Convention Centre Surabaya, 23-25 November 2021. 

Dalam pameran tersebut salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah stand berjudul KOLEGA alias Kolam Lele Keluarga. KOLEGA ini adalah cara paling mudah dalam membudidayakan Ikan Lele di lahan terbatas maupun di rumah. Karena menggunakan system pembudidayaan secara Bioflok, bisa dilakukan dengan tempat dan peralatan sederhana. Yakni dengan menggunakan kolam IBC tank berbahan plastic kapasitas 1 meter kubik. 

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Hari Pranoto mengatakan, program KOLEGA adalah upaya inisiatif untuk memasyarakatkan budidaya ikan sebagai salah satu solusi peningkatan kesejahteraan keluarga. DKP memberikan paket bantuan kepada masyarakat hingga tingkat desa. “Pembudidayaan dengan cara KOLEGA sudah berlangsung sejak 2018, untuk tahun ini terdapat 11 kabupaten/kota dimana 1 paket ada 40 penerima bantuan Kolam Lele Keluarga,” papar Hari, saat ditemui di lokasi pameran.

Setiap paket Kolam Lele Keluarga itu terdiri dari bibit ikan lele sebanyak 1000 ekor, kemudian pakan, air blower bak tampung dengan kombinasi rangka aluminium yang cukup kuat dan sejumlah perlengkapan pendukung lainnya. 

“Penerima bantuan Kolam Lele Keluarga ini tinggal menggunakan saja, sangat mudah,” terangnya.

Jika satu bak kolam ukuran 1 meter kubik ini diisi 1000 bibit ikan lele, diharapkan mampu menghasilkan panen 1 kwintal ikan lele yang layak konsumsi. Karena disatu sisi, DKP ingin pencapaian produksi perikanan budidaya itu bisa tercapai. 

“Dengan cara ini kita harapkan bisa memanfaatkan lahan sempit untuk kegiatan budidaya. Lebih utama lagi dapat mencegah stunting di 11 kabupaten kota yang angka stunting-nya masih tinggi,” ujar Hari. Dimana stunting atau kurangnya pertumbuhan tinggi balita karena gizi yang tidak tercukupi. "Dengan makan ikan Lele bisa mencerdaskan masyarakat dan mencegah stunting," sahutnya.

Secara ekonomi, lanjut Hari, Kolam Lele Keluarga juga sangat membantu. Karena DKP juga melakukan bimbingan teknis terutama dari instalasi yang mengajarkannya. Sehingga ada pendampingan seminggu sekali atau sebulan kita lakukan pembinaannya. Karena kunci keberhasilan budidaya lele ini adalah 21 hari awal. “Hasil produksi lele budidaya program Kolega Ini sekian persen untuk konsumsi sendiri. Sisanya bisa dijual di pasar atau warung makanan terdekat untuk menambah pendapatan ekonomi,” pungkasnya.

Selain menghadirkan stand Kolam Lele Keluarga, Bidang Budidaya DKP Jatim ini juga menghadirkan beragam budidaya perikanan kelautan yang ada di Jatim. Seperti budidaya ikan cupang, ikan Koi, Ikan Hias, Lobster hingga perhiasan Mutiara. rko