Wawancara Eksklusif dengan Anggota DPRD Imam Syafi

"Semula Makelar Kirim 2 Cewek, Gak Cocok, Lalu Bawa 2 Wanita Lagi, Agak Cantik"

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana kawasan Dolly yakni di Jalan Kupang Gunung Timur, Senin, yang kini lebih "adem" berkat pengetatan penjagaan dari Satpol PP.
Suasana kawasan Dolly yakni di Jalan Kupang Gunung Timur, Senin, yang kini lebih "adem" berkat pengetatan penjagaan dari Satpol PP.

i

Harian kita Surabaya Pagi, tergelitik dengan temuan anggota Komisi A DPRD Surabaya, dari fraksi NasDem Imam Syafii. Temuan mantan wartawan ini membuka tabir “Dolly Menggeliat”. Raditya Mohammer Khadaffi, Pemimpin Redaksi Surabaya Pagi, turun sendiri melakukan wawancara dengan Imam Syafii, seniornya. Bersama timnya, juga menyisir rumah-rumah dan kos di Gang Dolly, Senin (11/7/2022) kemarin sore. Begini hasil wawancara eksklusif dan penyisiran bersama wartawan Alqomar dan Arief.

 ====

Meski lokalisasi Dolly sudah ditutup oleh Pemkot Surabaya sejak 27 Juli 2014 lalu, ternyata masih ditemukan beberapa praktik layanan pekerja seks komersial secara terselubung. Ini temuan oleh anggota DPRD Kota Surabaya asal Partai NasDem, Imam Syafii. Politisi ini dulunya wartawan yang dikenal punya integritas. Imam, diluar dugaan menemukan praktik esek-esek di eks Dolly. Ternyata, temuan politisi Nasdem itu dibantah oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Camat Sawahan. Bagaimana cara wakil rakyat itu menemukan prostitusi terselubung? Apakah ia spontanitas melakukan penyamaran atau memang ada aduan dari masyarakat?

Wartawan Surabaya Pagi, Raditya Mohammer Khadaffi, Senin (11/7/2022) kemarin, berbincang secara daring dengan Imam Syafii, anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya. Selain itu, tim Surabaya Pagi, Senin sore kemarin, juga menelusuri langsung di area yang pada awal tahun 1990an, sempat menjadi kawasan red light district terbesar di Asia Tenggara.

 

Surabaya Pagi (SP): Pertama-tama, saya salut dengan mas Imam. Meski sudah menjadi politisi, tetapi jiwa jurnalisnya masih hidup. Buktinya berani 'investigasi' sendiri untuk mengungkap di kawasan eks prostitusi Dolly. Omong-omong, (investigasi) kemarin spontanitas atau sudah direncanakan?

Imam Syaffi (IS): Terima kasih mas. (Sembari tertawa). Jujur, kemarin saya lakukan investigasi itu secara spontan. Soalnya saya beberapa minggu lalu sempat mendengar Morsen (kawasan Moro Seneng, Sememi) dan Dolly bergeliat lagi. Saat itu saya langsung terbesit ingin langsung investigasi. Saya ajak beberapa teman untuk jadi saksi hidup.

 

SP: Mengajak teman untuk saksi hidup maksudnya bagaimana? Berarti saat itu, memang benar-benar langsung tanpa ada agenda setting seperti apa?

IS: Yah spontanitas saja. Temen-temen itu saya ajak biar mereka juga jadi saksi agar bisa melihat dan merasakan langsung, bagaimana saya menginvestigasi. Jadi kalau ada yang membantah hasil investigasi saya nanti, temen-temen bisa jadi saksi.

 

SP: Bila membaca pemberitaan kemarin, dan kebetulan SP memuat hasil investigasi mas Imam. Bagaimana teknisnya saat penyamaran agar tidak keliatan? Apa juga ditunjukkan cewek-ceweknya langsung atau lewat foto dulu dari HP?

IS: Awalnya kita dan tim memantau dulu. Saat itu, ada seorang pria yang menawarkan kepada tim saya. Pria itu langsung menunjukkan foto-foto yang ada di HPnya. Sempat memilih-milih, tim saya mencoba booking dua gadis seperti yang ditunjukkan makelar. Jadi makelarnya itu, aktif menawarkan. Baru setelah pilih, makelar itu mempertemukan ceweknya dengan kami.

 

SP: Proses pertemuan dan memilih cewek itu dilakukan di dalam komplek Jalan Dolly atau dimana?

IS: Kita di komplek situ, di Dollynya. Tetapi makelar cewek itu, setelah tim saya memilih, langsung pergi menjemput cewek-cewek tersebut dari tempat kos yang diduga berada di sekitar Dolly itu. Nah, ketemuannya kami dengan kedua cewek itu dijadwalkan di salah satu cafe di mulut gang Dolly. Bukan di tempat pertemuan pertama.

 

SP: Lalu selanjutnya bagaimana? Apakah kencannya dengan cewek-cewek di wisma juga?

IS: Setelah ketemu cewek-cewek yang kami pilih. Kami awalnya kecewa dan menolak. Kenapa?  Karena kedua cewek itu tidak secantik yang di foto. Jauhhh banget mas. (sembari tertawa). Akhirnya, kedua cewek yang kami tolak tadi, dilemparkan ke dua laki-laki lain selain kami. Mereka mengajak kencan di loteng cafe.

Saya pun kemudian minta ke makelar tadi untuk dijemputkan lagi cewek lainnya yang sesuai di foto milik makelar itu. Gak lama, mmakelar itu datang kembali bersama cewek yang baru. Kali ini lebih cantik dari fotonya. Setelah ada perjanjian, teman-teman saya langsung mengajaknya naik ke kamar di lantai dua yang berada di cafe itu. Sementara saya hanya menunggu sambil minum kopi di bawah.

 

SP: Wahh... sampeyan gak ikutan juga.

IS: Ben teman-teman saja.

 

SP: Tetapi hasil investigasi mas Imam, telah dibantah oleh Camat Sawahan. Kira-kira menurut pendapat sampean, temuan masih adanya prostitusi terselubung di Dolly ini bagaimana? Apa cukup hanya bantah-bantahan dengan Camat Sawahan aja, atau harus ada tindakan langsung dari atasan yakni di lingkup dinas terkait di Pemerintah Kota.?

IS: Sebaiknya Pemkot jangan baperan, resisten atau reaktif membantah. Kalau memang tidak ada prostitusi terselubung seperti hasil temuan investigasi saya, kenapa sekarang penjagaan dilipatgandakan? Mengatasi prostitusi tidak cukup membeli wisma pelacuran, berpratoli, dan menjaga dengan ketat.

Saran saya, lebih baik cari akar persoalan, yakni masalah kemiskinan. Juga karena masih adanya pembeli. Makanya kita perlu bergandengan tangan untuk menyelesaikannya. Temuan investigasi saya ini bukan untuk memojokkan pihak manapun. Tapi semata-mata membuktikan bahwa penutupan Dolly dan lokalisasi lain di Surabaya belum selesai. Masih menyisakan persoalan seperti yang saya temukan. rmc

Berita Terbaru

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang– Sebanyak Empat truk pengangkut pasir terjebak derasnya arus air di kawasan pertambangan pasir CV Manfaat Manunggal Nusantara, Sungai B…

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Singapura – Tim MilkLife Strikers mengawali kiprahnya di turnamen internasional Singa Cup 2026 dengan hasil gemilang. Menghadapi wakil tuan rumah …

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Persaingan sepak bola putri usia dini di Surabaya dan Bandung semakin kompetitif. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 men…

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – Gudang barang bekas (rosok) milik Tugiantoro, warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada M…

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…