Skenario Transisi Energi Terbarukan 2060 Didominasi PLTS Atap Bersiap Capai Target Net Zeeo Emission

SurabayaPagi, Surabaya - Skenario transisi energi menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) demi mencapai target Net Zero Emission. 
 
Hal ini disampaikan pada gelaran inovasi dan pertemuan khusus di subsektor energi baru, terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) melalui ajang The 10th Indonesia EBTKE ConEx 2021 yang dilaksanakan mulai 22 hingga 27 November 2021 secara virtual di Indo EBTKE ConEx Virtual Platform.
 
Dalam acara bertema “Energy Transition Scenario Toward Net Zero Emission”, salah satu skenario yang ditekankan sebagai kunci transisi energi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), khususnya PLTS Atap, karena teknologinya mudah diaplikasikan di segala area.
 
Gedung- gedung industri, perumahan, serta pemerintahan didorong untuk menggunakan PLTS Atap sebagai bagian dari program mitigasi perubahan iklim dengan penerapan teknologi ramah lingkungan yang
rendah emisi karbon.
 
Rangkaian acara pembukaan EBTKE ConEx 2021 meliputi Renewable Energy Investment Day, dimana PT Utomo Juragan Atap Energi Surya Indonesia (UJASI) sebagai perusahaan penyedia solusi jasa PLTS nasional melalui merk dagang Utomo SolaRUV, hadir untuk melakukan penandatangan kontrak kerjasama PLTS Atap dengan PT Frina Lestari Nusantara. 
 
Proses penandatanganan ini pun disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, serta didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
 
Kementerian ESDM memaparkan kapasitas dari pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia pada 2060 mendatang sebesar 617 gigawatt (GW). Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) akan mendominasi dengan kapasitas sebesar 398 GW. 
 
Tren penggunaan PLTS Atap pun sudah terlihat mengalami peningkatan. Tahun 2018, konsumen PLTS Atap hanya 609 pelanggan. Tahun 2021, ternyata meningkat menjadi 4133 pelanggan. Masifnya penggunaan PLTS Atap akan mampu menghemat konsumsi batu bara hingga 3 juta ton per tahun.
 
Managing Director PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia (UJASI), Anthony Utomo, menegaskan kembali komitmen perusahaan untuk terus mempromosikan energi terbarukan
melalui penggunaan PLTS Atap yang terjangkau bagi masyarakat dan memiliki kualitas terbaik.
 
“Kedepan PLTS Atap akan semakin banyak permintaan. Barang-barang yang beredar pun akan semakin bervariasi dan bisa lepas dari pengawasan mana barang yang asli, mana yang abal-abal. Namun, para konsumen PLTS Atap SolaRUV tidak perlu khawatir karena dilindungi jaminan mutu kualitas produk komponen”, terangnya.
 
Seperti yang diketahui, PT Utomo Juragan Atap Surya Indonesia (UJASI) merupakan pioneer modul solar ber-SNI (Standar Nasional Indonesia) dengan nomor IEC 61215-1-1:2016, serta inverter bersertifikasi BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). 
 
Ini membuktikan bahwa PLTS Atap SolaRUV sangat mengandalkan kualitas produk dan jasa menghadapi era pasar energi terbarukan, khususnya segmentasi industri dan rumah tangga, yang digadang-gadang akan
berkontribusi sebesar 3,6 gigawatt (GW) pada tahun 2025.
 
Penggunaan PLTS Atap SolaRUV dalam kegiatan operasional telah dilakukan oleh pelanggan- pelanggan dari sektor industri. Perusahaan tersebut telah berkomitmen dalam penggunaan energi bersih, seperti yang dilakukan oleh banyak industri lainnya.
 
Demi mencapai target Net Zero Emission serta bauran Energi Baru Terbarukan (EBT), PT UJASI juga sangat percaya diri menyasar segmentasi rumah tangga. 
 
Pasar diedukasi bahwa penggunaan PLTS Atap SolaRUV akan menghemat biaya listrik PLN hingga 30%, serta bisa balik modal hanya dalam kurun waktu 5-7 tahun. 
 
Ketika permintaan PLTS Atap semakin tinggi, tentu tenaga ahlinya bermunculan. PT UJASI juga membuka peluang kemitraan dan mendorong tenaga ahli agar berani
terjun ke bisnis PLTS Atap.
 
Peluang kemitraan yang dimaksud adalah membuka gerai energi Juragan Atap Surya di daerah masing-masing. Gerai energi Juragan Atap Surya bertujuan sebagai penyedia tenaga, penyedia jasa, dan perawatan terlatih guna pemanfaatan peluang usaha di bidang energi terbarukan dan katalisator penciptaan tenaga kerja hijau. 
 
Gerai energi Juragan Atap Surya telah beroperasi di Bali, dan selanjutnya difokuskan ke Provinsi Jawa Timur serta Jakarta. By