Ilustrasi.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - KONI Pusat kemungkinan besar merealisasikan tujuh cabang olahraga yang diusulkan KONI Papua. Hal tersebut diungkapkan oleh M. Nabil selaku Ketua Harian KONI Jatim yang ikut serta dalam pertemuan dengan KONI Pusat beberapa waktu silam.

"Untuk yang ke tujuh itu kemungkinan terealisasi seperti tarung drajat, rugby, dansa dll," ungkap Nabil.

Nabil menjelaskan jika saat ini ia belum bisa mengatakan final karena memang belum ada bukti, tetapi dari hasil pembicaraan dapat disimpulkan jika ke tujuh cabor tersebut 90 persen bisa dikatakan akan diikutkan dalam PON XX.

"Kemungkinan (keputusan tujuh cabor usulan KONI Papua, red), mendekati final. Kalau saya bilang final kan berarti harus ada hitam di atas putih," tambahnya.

Penambahan tujuh cabor yang akan dimasukkan dalam PON XX membuat beberapa cabor terancam dihapus, seperti Bicycle Motocross (BMX) yang kemungkinan besar tidak akan dipertandingkan dalam PON XX.

"Tapi ada lagi yang hilang itu BMX," ujar Nabil.

BMX merupakan salah satu cabang dari olahraga sepeda. Dari beberapa cabang sepeda, BMX inilah yang tidak diikutkan.

"Sepedah itu kan ada cross country, BMX dll. BMX ini yang belum diadakan karena tidak ada vannesnya," jelasnya.

Sebelumnya, KONI Papua mengusulkan ada tujuh cabang olahraga yang akan ditambahkan dalam PON XX, yakni muaythai, rugby, gateball, woodball, petanque, tarung drajat dan dansa. Usulan tersebut dalam dilihat dalam surat KONI Papua yang ditujukan kepada KONI Pusat yang dibuat di Jayapura, 20 Februari 2018 dan ditandatangani oleh Ketua Umum Provinsi Papua, Lukas Enembe.lx