Saiful, anak Zaini Misrin

SURABAYAPAGI.com - Keluarga ikhlas Muhammad Zaini Misrin Arsyad alias Slamet (53) dieksekusi mati di Arab Saudi. Namun ada satu ganjalan: mengapa jenazah tak bisa dipulangkan. Mereka menilai pemerintah Arab Saudi tidak adil.

"Kenapa jenazah Abah tidak bisa dipulangkan, beda dengan jenazah Siti Zainab bisa dipulangkan. Mana keadilan buat keluarga saya," kata Saiful Toriq (25), anak pertama almarhum, Selasa (20/3/2018).

Saiful mengungkapkan Naimah ibunya berangkat bekerja di Arab Saudi pada Sabtu (18/3) sempat melihat kondisi jenazah Zaini.

"Ibu dijemput KJRI dan melihat jenazah Abah," imbuhnya.

Zaini bekerja di Arab Saudi sejak 1992 sebagai sopir pribadi. "Setahun sebelum saya lahir," kata Saiful.

Selama bekerja di Arab Saudi, Zaini yang mempunyai nama asli Slamet hanya sekali pulang ke Bangkalan. "Abah terakhir pulang 2002 dan itu sekitar sebulan dirumah lalu kembali lagi berangkat," ungkap Saiful.

Usai berangkat lagi ke Arab Saudi, keluarga tidak pernah lagi mendapat kabar dari Zaini. "Mendapat kabar mengejutkan pada 2008 dari KJRI yang mengabarkan abah terkena masalah dan sudah dipenjara selama 4 tahun," tambahnya.

Sejak saat itu, keluarga berkoordinasi dengan Kemlu dan BNP2TKI untuk berkirim surat pengampunan dari Raja Salman serta bisa bertemu Zaini.

"Kalau tidak salah 3 kali kami berkirim surat melalui Kemlu ke Raja agar abah diampuni tapi sampai kemarin tidak ada jawaban hingga dieksekusi," ungkap Saiful.

Zaini alias Slamet (53) dipancung pada Minggu (18/3/2018) atas kasus pembunuhan majikannya pada 2004. Kabar eksekusi diterima keluarga almarhum pada Minggu malam. (dtk/02)