Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel (tengah) di makam Zaini Misrin, TKI yang diesekusi Senin (18/3).

SURABAYAPAGI.com - Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengaku sangat terpukul mendengar kabar eksekusi Zaini Misrin. Betapa tidak, sejak pertama kali ditugaskan menjadi duta besar di Arab Saudi, dia telah menemui Zaini. Mereka berpelukan, dan Agus Maftuh pun berjanji untuk memperjuangkan keadilan bagi Zaini.
Kesedihan Agus Maftuh, dia tuangkan lewat akun media sosial Facebook-nya berjudul "Kang Zaini, Kami tak Kuasa Merangkai Takdirmu", empat hari setelah eksekusi WNI asal Madura tersebut, Kamis (22/3).

"Masih terpatri dalam memori epistemiku, ketika kuliah di IAIN Yogya. Adanya sebuah adagium dalam hukum peradilan Islam. Innama Nahkumu bi Al-Dhawahir, Walloh Yatawalla As-Sara'ir. Kami (para hakim) akan memutuskan sesuatu dengan fakta-fakta dhahir yang nampak, dan hanya Allah lah yang mengetahui fakta-fakta batin yang sebenarnya," kata Dubes Agus.

Dubes Agus menuturkan kronologi detik-detik eksekusi Zaini Misrin.

Pada Ahad pagi, 18 Maret 2018, Tim Perlindungan WNI menerima informasi tentang adanya perintah eksekusi terhadap Muhamad Zaini Misrin, di Mekkah.

Atas info tersebut, tim bersama pengacara bergegas menuju penjara umum Mekkah untuk mengkonfirmasi info tersebut.

Pada saat akan tiba di penjara, akses jalan telah ditutup oleh barikade polisi dan tim tidak diperbolehkan mendekat dan hanya bisa memantau dari jauh.

Sembari menunggu, tim juga bertemu dengan Abdul Aziz, penerjemah, yang juga berupaya mengkonfirmasi info adanya eksekusi tersebut. Abdul Aziz juga mengkonfirmasi dari kenalannya di penjara bahwa berkas-berkas eksekusi sudah lengkap.

Sekitar pukul 10.46, rombongan mobil polisi, mobil penjara, mobil ambulan, plus dikawal beberapa mobil intel keluar dari penjara menuju Distrik Al Nawariyyah, Mekkah yang menjadi tempat eksekusi Zaini Misrin.

Tim berupaya untuk mengikuti dan mencoba mendekat, namun seluruh akses jalan di lokasi sudah ditutup oleh pihak kepolisian. Beberapa kali tim dihalau dan diusir ketika mencoba mendekat.

Sekitar pukul 11.00, diperkirakan eksekusi terhadap Zaini Misrin selesai dilaksanakan.

Pukul 11.09, rombongan polisi dan ambulan menuju pemakaman Al Syaro'i utk dilakukan pemandian, pengkafanan dan pengkuburan.

Tim kemudian meluncur ke Rumah Sakit King Abdul Aziz Mekkah dan didapatkan konfirmasi dari kepala administrasi pengurusan dan penyimpanan jenazah, Ahmad Al Tsaqofi, bahwa berkas-berkas Zaini Misrin telah berada di rumah sakit tersebut untuk dibuatkan dan diuruskan surat kematian.

Tim kemudian bergerak menuju ke pemakaman Al Syaro'i dan diperoleh konfirmasi bahwa baru saja jenazah Zaini Misrin dimakamkan di Blok 34 Nomor kuburan 47. (cnn/02)