Ilustrasi

SURABAYAPAGI.com - Seorang pengguna Facebook kembali menemukan fakta di balik cara kerja media sosial tersebut. Baru-baru ini, Dylan McKay menyatakan bahwa dia menemukan sebuah rahasia sesaat setelah dia mengunduh data pribadi milik Ibunya dari Facebook.

Dalam statusnya di Twitter, Dylan mengatakan bahwa dirinya sangat terkejut saat membuka file Zip milik Ibunya, dia menemukan bahwa aplikasi Facebook di ponsel ibunya secara diam-diam merekam hampir segala kegiatannya saat melakukan panggilan.

 

“Entah bagaimana ini memiliki seluruh riwayat panggilan Ibu saya dengan temannya,” ujar Dylan seperti dikutip dari laman ArsTechnica.

 

Setelah menggali cukup dalam, Dylan pun semakin terkejut dengan apa yang dia temukan. Dia menjelaskan bahwa aplikasi Facebook telah menyimpan data pribadi ibunya termasuk nama, nomor telepon, dan lainnya.

Paling mencengangkan, adanya fakta bahwa ada log panggilan di perangkat Android lamanya pada 2015 dan 2016. Tidak hanya itu, ditemukan juga data berupa pesan SMS dan MMS.

Hal ini menjadi sangat penting jika mengingat apa yang sedang terjadi di Facebook, yakni bocornya data 50 juta akun Facebook ke tangan yang tidak berhak memilikinya. Pengguna semakin takut jika data panggilan, SMS, dan lainnya juga ikut bocor.

Pihak Facebook pun langsung memberikan tanggapan terhadap laporan ini. Mereka menyatakan bahwa memang ada fitur di dalam Facebook untuk mengumpulkan data pengguna aplikasi Facebook.

“Fitur Call and text history logging adalah bagian dari fitur opt-in untuk orang yang menggunakan Messenger atau Facebook Lite di Android. Ini membantu Anda menemukan dan tetap terhubung dengan orang-orang yang Anda sayangi, dan memberi Anda pengalaman yang lebih baik di Facebook,” tulis Facebook.

Lebih lanjut media sosail milik Mark Zuckerberg itu mengatakan bahwa setiap pengguna dengan tegas harus setuju untuk menggunakan fitur ini, namun mereka berdalih bahwa para pengguna bisa mematikan fitur itu di pengaturan.

“Setelah menonaktifkan fitur ini, semua dapat yang dibagikan oleh aplikasi itu akan dihapus,” lanjut mereka. “Dan pengunggahan data ini merupakan sebuah opsi (bagi para pengguna).”

Hingga saat ini, masih belum diketahui langkah apa yang akan diambil baik oleh Dylan atau Facebook. Yang pasti, dia tidak nyaman melihat penyimpanan log yang dia rasakan hingga Juli 2017 lalu. (oz/02)