SURABAYA PAGI, Lamongan - Mantan narapidana kasus teroris (Napiter), dan seorang pengasuh Pondok Pesantren Darussalam di Lamongan, Senin (30/1/2018) diberangkatkan umroh gratis oleh Kapolres, kerja sama Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP), dan Travel Umroh dan Haji Zam-Zam Amanah.

Pemberangkatan umroh gratis oleh Polres Lamongan ini, diberikan kepada Syaiful Arif alias Abid, 38 (eks Napiter Poso). Syaiful merupakan mantan narapidana terorisme yang ikut berperan bersama sekitar 15 kawan-kawannya mengadakan penyerangan kampung kristen di salah satu desa di Poso. "Untuk eks napiter ini, kebetulan beliau belum pernah umroh sama sekali,” kata Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung.

Selain Syaiful, Polres juga memberangkatkan KH. Isa Anshori Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Desa Kedungmegarih Kecamatan Kembangbahu Lamongan. "Selama ini tokoh agama seperti Pak Isa Anshori hubungan dengan Polres Lamongan cukup baik, dan tentunya banyak kriteria lain sehingga beliau terpilih kita brangkatkan, "aku Kapolres.

Lebih jauh kata Kapolres sebelum melepas keberangkatan penerima umroh gratis menyebutkan, kalau program hadiah umroh gratis ini dilakukan umroh gratis ini bisa dijadikan contoh, dan motivasi untuk Polres Lamongan dalam upaya meningkatkan kerjasama dengan para kiyai dan tokoh agama di Lamongan.

“Pemberangkatan Umroh gratis Ini, dengan tujuan memberikan pembelajaran kepada mantan-mantan (napiter) yang lain, begitu juga dengan calon-calon pelaku yang lain, bahwa kami dari pihak Kepolisian bukan musuh, tapi kami adalah tim kerja, partner kerja yang bisa diajak bekerja sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, dikatakan AKBP Feby, kelengkapan administrasi untuk proses pemberangkatan mantan teroris terpidana 6 tahun seperti paspor, semuanya diurus oleh Polres Lamongan."Persiapan adminitrasi sampai urusan paspor diurus Polres semua, "terangnya.

Sementara itu, Syaiful yang bakal berangkat ke Tanah Suci Mekkah, pada Selasa, (1/5/2018) dini hari pukul 03.00 WIB, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya.“Pastinya bahagia, karena ini baru pertama kali, dan mendapat hadiah juga yang pertama kali. Rasanya susah untuk diungkapkan dengan kata-kata, karena ini momen yang sangat membahagiakan bagi saya,” ucapnya.

Syaiful yang di kakinya masih ada 3 proyektil sisa baku tembak, ini tak menduga mendapatkan hadiah umroh dari Polres Lamongan. “Semoga ini bisa jadi contoh bagi Polres lain, dan semoga ada teman-teman yang menyusul seperti saya,” tuturnya.

Sedangkan Pendiri YLP, Ali Fauzi yang mendampingi Syaiful berangkat umroh, menyebut, inisiatif Polres Lamongan ini perwujudan dari menyatunya pejabat dengan rakyat. “Saya memberikan apresiasi kepada Kapolres Lamongan. Dan mudah-mudahan program seperti ini terus berjalan,” ujarnya.

Lebih jauh, Ali Fauzi pun berharap, diberangkatkannya mantan teroris umroh ke tanah suci, akan membuka mata hati para mantan narapidana terorisme lainnya. “Semoga akan makin banyak teman-teman yang punya rekam jejak buram mantan napiter bisa sadar dan kemudian menyatu dengan masyarakat. Dan khususnya yang dulu menganggap Polisi sebagai lawan, sekarang menjadi kawan,” harap Adik Kandung Mantan Bomber Bom Bali almarhum Amrozi. jir