Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tak ingin ada kejadian bom lagi di Jawa Timur, perlu satuan khusus untuk menangani hal tersebut. Selain ada Densus 88 melakukan pengejaran terhadap terduga teroris, polisi membentuk Satgas antiteror untuk melakukan tindakan preemtif dan preventif.

"Perkembangan pengejarannya masih dilakukan terus di sekitar Jawa Timur. Kita membentuk Satgas Antiteror Polda Jatim, penindakan tetap dilakukan Densus, tapi kami yang melakukan pencegahan," ujar Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Agung Yudha Wibowo di Mapolda Jatim, Selasa (10/7/2018).

Agung yang juga menjadi Wakil Kepala Satgas Antiteror ini mengatakan tujuan utama dari dibentuknya satgas ini, yakni untuk membangkitkan kebiasaan masyarakat agar lebih waspada. Tak hanya itu, Agung ingin masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal ini untuk mengantisipasi agar terorisme tak lagi marak di masyarakat.

Karena, Agung menemukan kediaman pelaku bom yang lokasinya berada di perumahan penduduk yang ramai.

"Tujuannya agar masyarakat waspada dan peduli terhadap lingkungan, jadi tidak cuek karena beberapa TKP bom atau domisili pelaku bom yang lalu itu kan di perumahan yang ramai," tambahnya.

Dari aksi terorisme yang terjadi beberapa waktu ini, Agung menyayangkan masyarakat yang sampai tidak tahu jika di daerahnya ada markas teroris. Dia menduga hal ini akibat dari peradaban masyarakat yang mulai bekembang menjadi modern dan individualis.

"Lah kok sampai nggak ngerti aktivitas sehari-harinya (teroris), mungkin masyarakatnya sudah mulai berkembang peradaban yaitu lo lo gue gue atau individualis, itu kan ciri-ciri masyarakat modern," kata Agung.

Agung menceritakan dulu sempat ada community polisi yang menjadi polisi bagi dirinya dan lingkungannya. Komunitas ini juga akan Menginformasikan kepada polisi jika ada aktivitas di lingkungannya yang mencurigakan.

"Dulu kan sempat ada community polisi yang mana yang memposisikan diri dan lingkungannya, mereka menjadi polisi bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Jadi misal ada kumpul-kumpul orang yang mencurigakan setiap hari apa dan tertutup dengan keluarga akan segera diinformasikan," imbuhnya.

Hal ini, lanjut Agung senada dengan pesan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin yang pernah berkata jika masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan ketertiban dan keamanan Jatim.

"Seperti kata Kapolda ini ketertiban dan keamanan Jawa Timur bukan tergantung pada kekuatan aparatnya tetapi seberapa besar keinginan masyarakat itu sendiri untuk mengamankan diri," pungkasnya. nt