SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan cakupan pemberian vaksin atau imunisasi difteri secara serentak melalui gerakan "Outbreak Respons Immunization" (ORI) untuk putaran kedua pada bulan Juli dan Agustus 2018 sudah mencapai 58,04 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Surabaya, Mira Novia saat pemberian imunisasi Difteri di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, mengatakan sasaran kegiatan ORI putaran kedua kali ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik mencapai 753.498. Tetapi data riil yang diperoleh lebih banyak, yaitu 785.904 anak lebih.

"ORI itu dilakukan tiga kali. Putaran pertama sudah pada bulan Februari-Maret. Saat ini putaran kedua yang berlangsung Juli-Agustus, dan putaran ketiga pada November-Desember mendatang," ujar Mira
, Selasa (31/7).

Imunisasi tersebut akan diberikan pada anak dengan rentang usia 1 hingga 19 tahun. Untuk yang berusia 19 tahun pihaknya bekerja sama dengan universitas dan minta bantuan tenaga rumah sakit untuk membantu pemberian vaksin.

Dijelaskannya, usia 19 tahun masuk dalam rentang umur yang diimunisasi karena dinilai kekebalan tubuhnya masih lemah terhadap toksin difteri yang dibawa oleh bakteri difteri.

"Sama seperti saat putaran pertama, imunisasi ini juga diberikan di puskesmas-puskesmas, posyandu, klinik kesehatan atau pusat pelayanan kesehatan yang lain, serta sekolah," tuturnya.

Sosialisasi juga ditingkatkan khususnya pada daerah yang sebelumnya belum mencapai 100 persen. Di antaranya daerah yang letaknya berbatasan dengan kota lain.

"Biasanya di daerah utara antara Surabaya dan Madura. Biasanya saat mau pelaksanaan mereka pulang ke Madura. Yang perbatasan gresik juga. Surabaya ini mobilitas penduduknya tinggi," ujarnya.

Menurutnya saat ini masih ada yang menolak untuk diimunisasi dengan alasan kehalalannya. Namun, jumlahnya hanya sedikit karena sudah rutin dilakukan sosialisasi.

Penyakit difteri sangat mudah menular. Ada dua cara penularan penyakit ini, yakni melalui percikan ludah dan sentuhan.

Karena itu, masyarakat harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Di antaranya tidak meludah sembarangan, rajin cuci tangan, makan makanan bergizi, dan hidup sehat lainnya.

Pihaknya menargetkan pemberian vaksin difteri putaran kedua kali ini dapat lebih tinggi dari putaran pertama. Di mana pada putaran pertama, Dinkes Kota Surabaya mencapai 99,44 persen dari sasaran yang ada yakni 772.840 lebih
. Sb-01