Warga saat tengah antri untuk mendapatkan air bersih dari BPBD Lamongan. FOTO: SP /MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYA PAGI, Lamongan - Hingga Rabu (8/8/2018) setidaknya sudah 40 tangki air bersih sudah didropingkan ke sejumlah desa di Lamongan, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih pada puncak musim kemarau tahun ini.

Bahkan jumlah tersebut akan terus bertambah, seiring dengan permintaan air bersih dari masyarakat terus ada. "Untuk permintaan air bersih setiap hari ada, dan kita upayakan hari itu untuk dikirim, kalau tidak ya hari berikutnya," kata Suprapto Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan Melalui Jannata, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD.

Pada Rabu ini lanjut Jannata, BPBD Kabupaten Lamongan melaksanakan Pendistribusian Air Bersih di Desa Bedingin Sugio dan Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung Lamongan ."Hari ini kita droping ke dua desa tersebut," ujarnya.

Pengiriman air ini tambah Jannatan didasarkan atas permintaan dari para kades dan camat. Serta pendataan yang dilakukan BPBD berkoordinasi dengan kades dan camat. "Jadi dasarnya laporan kades maupun camat," katanya.

Selain sudah mendistribusikan sejumlah 40 tangki air bersih tambah Jannata, pihaknya juga sudah menjadwal distribusi air bersih ke sejumlah desa yang membutuhkan.

Pada bulan Agustus selama 23 hari kedepan sudah fuul booking dengan sasaran 42 titik. "Untuk hari ini hingga tanggal 26 Agustus mendatang daftar booking sudah ada 42 titik dan sasaran, dari 4 Kecamatan yakni Mantup, Sugio, Sarirejo dan Tikung," terangnya.

BPBD memprediksi ada sebanyak 38 desa yang biasanya terdampak kemarau panjang. Namun sampai hari ke 23 hari sejak 16 Juli sampai 8 Agustus ini perkiraan ada 22 desa yang mengalami krisis air, dan yang meminta air bersih masih belasan Desa. "Desa-desa mulai krisis air, sumur galih sudah habis, sumur bor juga sudah tidak ada sumbernya," ujarnya.

Sementara itu, dua puluh dua desa yang mengalami krisis air itu tersebar di Kecamatan Kedungpring, Modo, Kembangbahu, Sarirejo dan Lamongan.

Untuk sementara BPBD memang belum sampai kewalahan memasok air ke desa yang mengalami krisis air. Pasalnya, pengiriman dilakukan siang malam selama 24 jam penuh. "Harapannya, pola pengiriman siang malam ini agar jangan sampai ada masyarakat yang tidak sampai mendapatkan air bersih," harapnya.

Dalam droping air bersih ini juga tambah Jannatan, diberikan secara cuma-cuma tidak ada imbalan apapun.

Pihaknya melarang staf BPBD terima uang, kondisi yang sedang dialami masyarakat ini jangan sampai ada diantara staf BPBD yang mempermainkan pengiriman air dengan meminta uang kepada masyarakat maupun kepala desa dan camat. "Saya sudah peringatkan semua staf dan melarang menerima atau meminta uang," tegasnya.

Proteksi yang dilakukan kata Jannatan diantaranya dengan menghubungi semua kades maupun camat, dan wanti wanti agar tidak memberi uang kepada staf BPBD pengirim air. "Kalau diberi minuman air putih sih boleh saja. Tapi camat maupun kades juga jangan sekali kali memberi uang kepada staf kami," pungkasnya. jir