Prabowo Subianto mengklarifikasi pernyataannya yang menimbulkan polemik dan protes warga Boyolali. Hal ini disampaikan melalui video yang diunggah Dahnil Anzar Simanjuntak

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto memberikan penjelasan mengenai pernyataannya yang menimbulkan polemik saat berpidato pada sebuah acara di Boyolali, Jawa Tengah, pekan lalu. Pernyataan Prabowo yang menimbulkan polemik adalah istilah " tampang Boyolali". Prabowo mengatakan, ia sama sekali tidak berniat menghina warga Boyolali terkait pernyataannya itu.

Hal itu diungkapkan Prabowo dalam sebuah video yang diunggah oleh Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, di akun Twitter-nya, Selasa (6/11/2018).

Dahnil menanyakan, "Lagi rame nih, Pak. Katanya Pak Prabowo dituduh menghina orang Boyolali karena menyebut ’tampang Boyolali’. Padahal Bapak kan juga tampang Bojongkoneng. Ini bagaimana, Pak?".

Menanggapi pertanyaan ini, Prabowo mengatakan, ia tak bermaksud seperti itu. "Saya kira itu berlebihan (kalau dituduh menghina). Saya tidak ada niat sama sekali," ujar Prabowo. Prabowo menyebut istilah "tampang Boyolali" dalam pertemuan dengan tim pemenangan pada acara peresmian kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018).

Menurut Prabowo, audiens yang hadir saat tidak terlalu banyak, sekitar 400 sampai 500 orang yang merupakan kader partai politik koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga. "Itu kan cara saya kalau bicara itu familiar dari istilah atau bahasa-bahasa dari seorang teman," kata dia.

Prabowo menegaskan, istilah "tampang Boyolali" digunakan untuk menunjukkan rasa empati dan solidaritas atas permasalahan yang dialami masayrakat. Menurut dia, ketimpangan atau kesenjangan sosial masyarakat saat ini semakin lebar. Kekayaan nasional hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

"Itu kan seloroh dalam arti empati dan solidaritas saya dengan orang. Saya tahu kondisi kalian, kan gitu, yang saya permasalahkan adalah ketidakadilan, kesenjangan, ketimpangan," ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Semua orang tahu di Indonesia ini (ketimpangan sosial) makin lebar, makin tidak adil, yang menikmati kekayaan di Indonesia kan hanya segelintir orang saja. Maksud saya itu," kata Prabowo.

Saat pertemuan dengan tim pemenangan di Kabupaten Boyolali itu, Prabowo membahas tentang akses kesejahteraan yang menjadi agenda besar timnya. Adapun salah satu topiknya membahas tentang peningkatan kapasitas produksi, karena menurut data yang mereka terima, terjadi penurunan kesejahteraan di desa. Adapun bunyi pidato Prabowo yang akhirnya viral dan ramai diperbincangkan adalah sebagai berikut: "...Dan saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? (Betul, sahut hadirin yang ada di acara tersebut). Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini."