Kakorlantas Irjen Pol Refdi Adri bersama Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono saat meninjau lokasi kecelakaan di KM 720-715.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pasca kecelakaan di tol KM 720.800, dimana mobil Innova hitam L 1594 IH vs truck N 8270 UK menabrak truk di depannya mengakibatkan 5 orang meninggal di tempat dan 1 orang kritis (1 orang kritis masih dirawat di rumah sakit petrokimia Gresik) ternyata menjadi perhatian Korlantas Mabes Polri.

Kakorlantas mabes Polri Irjen Pol. Refdi Andri kemarin (8/11/2018) datang dan langsung melihat lokasi survey jalan tol sekitar pukul 13.00 Di tol Ngawi - Solo km 575. Kakorlantas didampingi Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol. Heri Wahono.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol. Heri Wahono menerangkan, ada tiga faktor utama dalam kecelakaan ini. Pertama soal jalan, kedua kendaraan dan terakhir faktor manusia.

Untuk faktor jalan, kata Heri dimana kondisi jalan lurus sedikit menikung dan sedikit menanjak, kemudian beton cor, rata dan tidak bergelombang tidak ada penerangan jalan umum, rambu rambu peringatan masih minim dan situasi arus lalu lintas relatif sepi.

Sedangkan untuk faktor kendaraan dimana biasanya kendaraan lost control akibat melebihi batas kecepatan maksimal dan pengemudi ngantuk, pecah ban kendaraan akibat ban panas karena gesekan dengan jalan dan kondisi ban kurang layak pakai.

Untuk terakhir yaitu faktor manusia, dimana di KM 720 - 715 merupakan titik lelah perjalanan dari Jombang ke Surabaya (pengemudi lelah dan ngantuk) apalagi kondisi jalan yang rata dan lurus serta relatif sepi ada kecenderungan pengemudi ingin cepat sampai tujuan sehingga memacu kendaraan melebihi batas kecepatan maksimal.

Dengan didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera, pihaknya harus lebih berhati hati mengendarai mobil di tol. "Mereka harus lebih hati hati dalam mengendarai kendaraan bermotor di tol," pungkasnya. nt