Megawati Soekarno Putri

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Megawati ingin pensiun dari Ketua Umum PDIP. Alasannya, pemilik nama lengkap Megawati Soekaroputri ini sudah lama tidak diganti sebagai Ketua Umum PDIP.

Megawati mengungkapkan itu saat membuka sekolah bagi calon anggota legislatif tingkat DPR RI di Kantor DPP PDI Perjuangan.

"Memang saya kalau dilihat, perjalanan politik sudah cukup lama. Saya ketum parpol paling senior sekian lama belum diganti?ganti, padahal saya sudah lama berharap diganti," kata Megawati.

Diketahui Megawati sudah hampir 25 tahun menjabat sebagai ketua umum PDIP.

Megawati menjabat pertama kali pada tahun 1993, kala itu PDI Perjuangan masih bernama PDI. Kursinya sempat digoyang oleh Soerjadi lewat Kongres Luar Biasa PDI 1996.

Namun, Megawati tidak menerima hasil kongres itu dan akhirnya PDI di bawah kepemimpinannya berubah nama menjadi PDIP.

Sejak saat itu, kursi Megawati tidak pernah goyah. Pada Kongres PDI?P 2015 di Bali, Megawati bahkan masih terpilih secara aklamasi.

Kini, alih?alih pensiun dari pimpinan partai, Megawati yang berusia 71 tahun justru mendapat tugas tambahan dari Presiden Joko Widodo.

Ia didapuk sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP).

"Padahal umur saya sudah 70 plus. Tapi hari ini malah ditambahi tugas ideologi Pancasila," kata Megawati.

Megawati menyesalkan, pada saat ia sudah tua, justru perempuan yang terjun di dunia politik semakin sedikit.

Di BPIP misalnya, Megawati menjadi satu?satunya perempuan di jajaran dewan pengarah.

"Saya makin kesal pada diri saya sendiri, apa salahnya perempuan Indonesia. Kenapa tidak mau jadi tokoh politik," kata Presiden ke?5 RI ini.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menyinggung gorengan politik isu komunis yang sampai saat ini masih dijualbelikan.

Megawati curhat masih ada saja orang?orang yang menuduhnya sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tuduhan selalu muncul ketika Presiden ke?5 RI itu membicarakan soal negara China. Menurutnya, bicara sedikit saja soal negara itu langsung dianggap komunis.

"Kalau saya bicara yang namanya Tiongkok, sering kali saya selalu dikatakan Bu Mega orang PKI," ujar Megawati.

Megawati heran ada orang yang menuduhnya tanpa dasar jelas.

Putri proklamator itu yakin, jika ditanyakan soal masalah komunis, pihak yang menuduhnya itu sama sekali tidak paham yang dibicarakan.

"Sebenarnya ini menjadi pertanyaan saya, orang ini, mengerti atau tidak asal menyebut saja," ucapnya.

Megawati juga curhat ujaran kebencian yang menyerang dia. Dia menyinggung ada salah satu penceramah di media sosial yang menyumpahinya mati.

"Kenapa orang ini benci sama saya ya, saya tidak kenal dengan orang itu, dia pasti tidak kenal saya, kenapa dia suruh saya mati ya," ucapnya.