Peserta Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto Suroboyo (GJP Mojosuro) tahun 2018 diberangkatkan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Sabtu (1/12) di Lapangan Surodinawan, Kota Mojokerto. Foto SMG/Dwy Agus Susanti

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto Suroboyo (GJP Mojosuro) tahun 2018 diberangkatkan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Sabtu (1/12) dari Lapangan Raden Wijaya, Surodinawan, Kota Mojokerto.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati mewakili Plt. Walikota Mojokerto Suyitno mendampingi Pakdhe Karwo memberangkatkan peserta GJP Mojosuro 2018 bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto dan Walikota serta wakil walikota terpilih Ika Puspita Sari dan Ahmad Rizal Zakariyah.

Dalam sambutannya, Soekarwo menyampaikan, GJP Mojosuro bukan hanya sekedar gerak jalan tetapi sekaligus memahami nilai perjuangan yang ada pada 10 November 1945 dan sebelumnya, yaitu semangat untuk merdeka dan semangat untuk mempertahankan kemerdekaan.

“Peserta diharapkan bisa menanamkan nilai-nilai perjuangan, tidak sekedar lelah di perjalanan,” himbau Soekarwo.

Kemajuan teknologi saat ini juga menjadi perhatian utama Soekarwo dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. "Agar teknologi bisa bermanfaat maka harus diperjuangkan oleh siapa saja terutama rumah tangga, anak-anak. Ibu dan ayah adalah guru utama dan pertama terhadap pendidikan perjuangan tersebut, maka dari rumahlah pendidikan nilai-nilai perjuangan itu dibangun,” tutur Soekarwo.

Gubernur Soekarwo juga berharap melalui GJP Mojosuro peserta bisa menangkap nilai-nilai perjuangan baru terutama terkait tentang nilai-nilai budaya dan bagaimana meningkatkan persatuan dan kesatuan.

"Apabila ada permasalahan selesaikan secara musyawarah mufakat, karena itu adalah nilai lama yang luar biasa untuk solusi tanpa konflik," paparnya.

Mewakili Plt. Walikota Mojokerto Suyitno, sekdakot Mojokerto Harlistyati menyampaikan penghargaan atas semangat dan partisipasi seluruh peserta Gerak Jalan Perjuangan Mojosuro 2018, yang merupakan salah satu upaya mengenang jasa para pahlawan, meneladani semangat juang dan pengorbanan para pahlawan, sekaligus menjadi media untuk membangun kebersamaan.

"Kegiatan gerak jalan ini juga dapat menjadi ajang silaturahmi antar berbagai lapisan masyarakat dalam rangka menggalang kebersamaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan, yang merupakan aset terpenting dari sebuah bangsa.” ungkapnya.

GJP Mojosuro 2018 diikuti 11.500 orang peserta, terdiri dari 1546 peserta perorangan, 429 regu kategori beregu umum, 34 regu kategori beregu pelajar dan 34 regu dari TNI / POLRI. dw