SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sudah banyak produsen sepeda motor yang mengimplementasikan kendaraannya dengan teknologi injeksi. Hal itu dilakukan, agar konsumsi bahan bakar lebih irit.

Namun, teknologi itu membuat pemilik motor injeksi tak bisa sembarangan saat menghidupkan kendaraannya. Tak serta merta hanya memasukkan kunci kontak lalu menekan tombol electric starter.

Dilansir dalam laman resmi Suzuki, Rabu 5 Desember 2018, ’kuda besi’ dengan teknologi injeksi dilarang keras dihidupkan dengan cara memasukkan kunci kontak dan langsung starter.

Alasannya, pada panel instrumen motor injeksi, pemilik bisa menemukan beberapa lampu indikator, seperti speedometer, indikator bahan bakar hingga lampu berwarna oranye.

Lampu berwarna oranye ini biasanya akan langsung menyala, saat kunci kontak diputar ke posisi ON, sembari diikuti dengan suara ’ngeeng’. Tanda itu ternyata memiliki arti, yakni untuk mendeteksi komponen injeksi.

Disebutkan, jika komponen tersebut bermasalah, biasanya lampu akan memberikan kode berupa kedipan atau lampu tak mau mati. Durasi dan jumlah kedipan lampu berbeda, sesuai jenis kerusakan.

Dicontohkan, jika muncul tujuh kedipan saat motor dinyalakan, maka kemungkinan motor bermasalah di bagian engine oil temperature. Jika delapan kedipan, kemungkinan yang bermasalah adalah sensor throttle position.

Sementara, jika komponen normal, maka lampu hanya menyala sebentar lalu mati. Ketika lampu indikator mati, maka Anda bisa menghidupkan tunggangan dengan kick maupun electric starter.