Polisi menunjukkan barang bukti pengeroyokan.

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Berawal saling lirik, dua orang remaja asal Blitar, Jawa Timur, menjadi korban pengeroyokan tiga orang suporter bola yang diduga anggota Bonek. Selain itu, pelaku juga membawa sajam berupa pisau dapur.

Dua remaja korban pengeroyokan itu berinisial AF (15) dan MAA (15). Keduanya merupakan remaja asal Pojok Garum, Kabupaten Blitar. Akibat pengeroyokan tersebut, AF dan MAA mengalami luka lebam di bagian wajahnya.

Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, penganiayaan itu terjadi saat kedua dua pelajar tersebut usai menonton pertandingan Final Sepakbola Piala Soeratin U-17 yang digelar di Stadion Supriyadi Kota Blitar. Pertandingan itu antara Persebaya melawan Pandeglang.

“Ketika keluar dari Stadion pelaku berjumlah lima orang melihat dua remaja yang meliriknya. Karena tidak terima dilirik oknum bonek tersebut langsung mengerosok dua warga Blitar,” Kata Kapolres, Senin (11/2/2019).

Tak hanya melakukan pengeroyokan, pelaku juga merampas barang berharga milik korban, seperti baju, handphone dan sejumlah uang. Bahkan pelaku menukar baju bergambar Bonek yang dikenakannya dengan milik korbannya.

Usai menjadi korban pengeroyokan, AF dan MAA langsung melapor ke Polres Blitar Kota. Dari laporan itu, petugas kemudian melakukan pencarian dan pengejaran terhadap pelaku. Satu orang berhasil diamankan. Sedangkan lainnya melarikan diri.

“Salah satu pelaku bawa sajam yang berhasi kami amankan yaitu inisial M (15) warga Perak, Kota Surabaya. Sedangkan lainnya lari,” jelasnya.

Hingga saat ini, polisi masih mencari keberadaan empat pelaku lain yang identitasnya sudah diketahui. Dari empat pelaku, satu diantaranya diketahui seorang remaja perempuan. Sementara akibat perbuatannya, M bakal dikenakan pasal 80 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014. Les