Foto: SP/JULIAN Vanessa Angel mengenakan baju tahanan dan memakai masker saat akan dipindahkan ke Rutan Klas I Medaeng, usai pelimpahan tahap II di Kejaksaan Negeri Surabaya, Jumat (29/3). Artis FTV ini mendapat pengawalan ketat dari petugas.

Berkas perkara kasus penyebaran foto dan video asusila yang menjerat artis Vanessa Angel sebagai tersangka, telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh jaksa peneliti. Bahkan sudah menjalani proses tahap II (pelimpahan berkas perkara dan tersangka, red) dari penyidik Polda Jatim ke jaksa, Jumat (29/3/2019). Usai pelimpahan itu, artis 27 tahun itu pun dikirim ke rumah tahanan (Rutan) Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

----

Budi Mulyono,

Wartawan Surabaya Pagi

Bintang FTV itu menjalani proses pelimpahan tahap dua di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sekitar pukul 13.45 WIB. Dengan pengawalan ketat, Vanessa mengenakan masker dan baju tahanan Polda Jatim berwarna oranye. Dia menumpang mobil tahanan Polda Jatim dan tidak mengeluarkan pernyataan apapun.

Dengan tangan terborgol Vanessa langsung masuk ke dalam ruang Pidum Kejari Surabaya. Tampak pula penyidik dari Subdit V Siber Dirreskrimsus Polda Jatim mendampingi Vanessa masuk ke ruang yang ada di lantai satu. Saat keluar dari ruangan itu, Vanessa tetap didampingi sejumlah petugas. Dia langsung menuju kendaraan tahanan untuk dikirim ke Rutan Medaeng. Vanessa terlihat menggunakan baju merah Tahanan Kejari Surabaya.

Kepala Kejari Surabaya Teguh Darmawan mengatakan Vanessa akan ditahan selama 20 hari. Penahanan Vanessa hingga tanggal 17 April 2019 di Rutan Medaeng.

Sebelum ini, lebih dari dua bulan Vanessa Angel mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Dit Tahti Polda Jatim. Saat itu, Vanessa Angel resmi ditahan pada Kamis (31/1/2019) pukul 14.55 WIB. Penahanan Vanessa sempat diperpanjang selama 40 hari. Sebelum masa penahanan habis, berkas Vanessa lantas dilimpahkan ke Kejaksaan.

Sudah P21

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Sunarta menegaskan berkas Vanessa Angel sudah P-21. “Berkas perkara VA telah P21 hari ini dilimpahkan dari Polda Jatim dan tahap II ke Kejari Surabaya untuk administrasinya juga,” kata Sunarta saat dijumpai di kantornya, Jumat (29/3/2019).

Masih kata Sunarta, setelah penyerahan tahap II (tersangka dan barang bukti), selanjutnya JPU akan melimpahkan perkara itu ke Pengadilan Negeri Surabaya.

Jaksa Penuntut Umum yang akan menyidangkan Vanessa sudah dibentuk, gabungan jaksa dari Kejati Jatim dan Kejaksaan Negeri Surabaya.

Tim JPU dipimpin langsung oleh Asisten Pidana Umum Kejati Jatim, Asep Mariono. "Ketua timnya Pak Aspidum," ujar Sunarta.

Vanessa Angel jadi tersangka setelah diamankan aparat Subdirektorat Siber Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur di sebuah kamar Hotel Vasa Jl HR Muhammad Surabaya pada 5 Maret 2019 lalu. Waktu digerebek, dia kedapatan melayani kencan komersial bersama pria bernama Rian Subroto.

Vanessa sendiri jadi tersangka bukan karena pasal mucikari atau germo prostitusi online. Dia ikut terjerat karena diduga aktif mengirimkan gambar dan video asusila dirinya kepada sang mucikari, terutama melalui aplikasi WhatsApp. Karena itu, ia dijerat pasal 27 ayat 1 UU ITE. Selain berstatus tersangka, aktris sinetron itu juga ditahan.

Kesehatan Drop

Terpisah, H Rahmat Santoso SH, MH, penasehat hukum Vanessa mengatakan pihaknya bakal mengajukan pengalihan status penahanan Vanessa. “Kondisi kesehatan VA tidak baik. Seminggu yang lalu sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. Karena mengalami luka di bagian lambung. Untuk itu kita bakal mengajukan pengalihan status penahanan, seminimnya pembantaran,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (29/3/2019).

Akibat luka yang diderita, Vanessa mengalami demam. Pihaknya juga berharap proses hukum ini tidak berlarut-larut. “Lebih cepat harapan kami. Ini perkara biasa bukan perkara rumit,” tambahnya.

Rahmat juga menjelaskan bahwa pihaknya sempat mengambil langkah mengajukan praperadilan atas proses penyidikan yang dilakukan Polda Jatim.

“Namun langkah ini (praperadilan, red) kita bakal kordinasikan lagi dengan tim penasehat hukum yang lainnya,” beber ketua umum DPP IPHI ini.

Bahkan Rahmat menegaskan bahwa materi praperadilan sudah disiapkan. Inti dari materi praperadilan adalah keberadaan sosok Rian selaku pemesan yang dinilai misterius. “Vanessa adalah korban. Soal adanya bukti uang, setahu saya kontraknya terkait pekerjaan untuk menjadi MC bukan prostitusi. Lalu apabila dimanfaatkan orang untuk menjual kepada orang lain, ya bukan urusan Vanessa,” tegas Rahmat.