•   Rabu, 17 Juli 2019
JawaTimur

Pengentasan Kemiskinan, Dengarkan Suara Warga

( words)
Mantan Gubernur Jatim, Soekarwo dan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak. (Foto: SP/ARIF)


SURABAYAPAGI.com - Soekarwo, Gubernur Jawa Timur periode 2009-2019 mengatakan, kebijakan pembangunan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia harus melibatkan masyarakat miskin dan terpinggirkan yang menjadi tujuan pembangunan itu sendiri.
Negara (pemerintah) harus mampu mendengarkan aspirasi masyarakat agar masyarakat terlibat aktif dalam berbagai program pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
Menurut Pakde Karwo, panggilan akrabnya, program pembangunan dan berbagai kebijakan akan efektif jika masyarakat terlibat aktif di dalamnya dan kebijakan yang dimaksud berdaya guna.
"Orang miskin itu perlu kita dengar. Untuk itu kata kuncinya adalah pemberdayaan, bukan charity," ujarnya, saat mengikuti Diskusi Kelompok Terarah Sistem Ekonomi Pancasila dalam Praktik yang diselenggarakan di ruang Rapat Utama Bappeda Provinsi Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (11/4).
Pakde Karwo juga mengingatkan tugas pemerintah mewujudkan keadilan sosial. Untuk itu, masyarakat harus aktif dalam program-program yang ada.
"Masyarakat harus kita dengar, baru kemudian kita bisa melakukan pemberdayaan yang tujuannya mendorong masyarakat semakin produktif," ujarnya.
Dicontohkan, Program Jalan Lain Menuju Masyarakat Sejahtera (Jalinkesra) dan Jalan Lain Mandiri dan Sejahtera (Jalinmatra) yang dijalankan saat memimpin Jatim mampu memberdayakan masyarakat miskin menjadi produktif dan naik kelas.
"Program dan bantuan pemerintah untuk mendorong masyarakat produktif. Ini yang kita perlukan ke depan," pungkasnya.n arf

Berita Populer