•   Selasa, 16 Juli 2019
SGML

Sejumlah Mainan dan Fasum Alun-alun Lamongan Dirusak

( words)
Petugas saat mengelas kembali wahana permainan anak-anak yang dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


Sampah Berserakan, Padahal Setiap Sudut Sudah Disediakan TPS

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Baru beberapa bulan revitaliasi Alun-alun Lamongan selain dibangun dan diresmikan, namun sudah banyak dijumpai sejumlah fasilitas umum (Fasum) dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab, padahal penjagaan selalu dilakukan secara berlapis.

Revitalisasi yang menghabiskan dana miliaran rupiah dari APBD 2018 ini, untuk penambahan keindahan, fasilitas, dan wahana permainan Alun-alun, harus dikotori dan dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dari pantauan Surabaya Pagi, sejumlah fasilitas umum semisal toilet, waha bermain anak-anak, dan wahana keindahan alun-alun air mancur tidak sedikit yang dirusak. Belum lagi sampah masih terlihat berserakan, padahal Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sudah di sediakan di setiap sudut Alun-alun.

Bahkan kunci toilet depan rumah dinas Wakil Bupatipun tidak luput dirusak, oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Belum laga wahana permainan baik yang sifatnya permainan olahraga maupun permainan anak-anak, tidak luput dari tangan usil dan jahil dari para pengunjung.

Padahal untuk menikmati segala kehindahan ini, permainan dan wahana di Alun-alun digratiskan tanpa dipungut biaya."Saya itu heran sudah enak masuk ke Alun-alun tanpa bayar, banyak permainan dan wahana untuk anak-anak, masih ada saja orang yang tidak bertanggung jawab merusaknya,"kata Sucipto pengunjung, Minggu (14/4/2019).

Terhadap fakta yang demikian itu, ia berharap pihak terkait atau Satpol PP untuk melaksanakan pengawasan secera berkala, untuk mencegah dan meminimalisir adanya tangan-tangan jahil yang sengaja merusak sejumlah fasilitas. "Harus diperketat untuk pengawasanya," pintanya.

Kabid pertamanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lamongan, Hadi CU, melalui Setyo Widodo Koordinator Alun-alun tidak membantah sejumlah fasilitas umun, dan permainan anak-anak sering terlihat rusak. Dan kerusakan terhadap sejumlah fasilitas ini sengaja dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Iya betul ada sejumlah fasilitas permainan dan fasilitas umum, dirusak oleh pengunjung yang tidak merasa memiliki akan keindahan dan sejumlah wahana permainan," terangnya.

Bagian yang sering dirusak oleh pengunjung katanya, mulai pintu toilet kuncinya dilepas, permainan sepeda anak-anak, ayunan olahraga. "Hampir setiap pekan kami menyambungkan lagi mengundang tukang las dan memperbaiki permainan yang lain," terangnya.

Belum lagi sampah berserakan. Padahal setiap sudut terdapat pembuangan tempat sampah sementara, dimana satu titik disediakan tiga tempat sampah untuk B3, Organik dan Non Organik. "Setiap sudut sudah kita sediakan tempat sampah sesuai jenisnya, masih saja sampah dibuang sembarang," akunya dengan ke heran-heranan.

Terhadap sampah yang berserakan itu, setiap pagi hari tim petugas langsung membersihkan Alun-alun, dan diketahui sampah yang paling banyak adalah sampah plastik, yang terlihat di sejumlah sudut dan lokasi tempat duduk. "Sampah yang paling banyak dari sampah plastik," jelasnya.

Ia cukup heran dengan prilaku masyarakat seperti itu, ia berharap masyarakat ikut memiliki Alun-alun ini tidak lantas merusak sejumlah fasilitas, yang memang sediakan untuk memanjakan para pengunjung.

"Kami ini tenaganya terbatas, kami juga sudah melakukan pengawasan dengan bergantian dan juga dibantu Satpol PP, tapi masih saja ada orang yang sengaja merusak permainan dan wahana anak-anak dan fasum lainnya," ungkapnya.

Ia akan terus berkoordinasi dengan Satpol PP untuk ikut memberikan pengawasan berlapis setiap harinya, untuk meminimalisir adanya perusakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. "Kita akan terus berusaha memberikan kenyamanan pengunjung, dan pengawasan akan dilakukan secara berlapis, untuk mengamankan sejumlah wahana fasum," pungkasnya. jir

Berita Populer