•   Rabu, 16 Oktober 2019
SGML

Komisi D Dorong Penangan Bencana Pakai Dana CSR

( words)
Anggota Komisi D DPRD Lamongan saat menerima pemaparan dari BPBD Kabupaten Bandung FOTO-FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Penanganan bencana di Lamongan sementara ini sumber keuangannya dari Pemerintah baik APBD daerah maupun APBN, kedepan diharapkan dana penanggulangan bencana juga dari perusahaanya melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Hal itu disampaikan oleh ketua Komisi D DPRD Lamongan Ali Makhfudl, usai dirinya melakukan study banding ke Kabupaten Bandung Jawa Barat belum lama, untuk mengetahui penanganan sejumlah bencana di wilayah itu.
Dimana dalam penanganan bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tidak hanya menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD atau DSP (Dana Siap Pakai) dari APBN, tetapi juga berasal dari bantuan CSR.
"Support dana bagi BPBD di Kabupaten Bandung tidak hanya dari APBD dan APBN juga dari dana CSR sejumlah perusahaan, di Lamongan sebenarnya bisa yang penting ada kemauan dan kami di Komisi D mendorong agar dana CSR bisa untuk penanganan penaggulangan bencana," kata Ali Makhfudl.
Selain itu kata dia, diperlukan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan atau pengurangan resiko akibat bencana. Ia lalu mencontohkan BPBD Kabupaten Bandung telah bermitra dengan 72 komunitas untuk mengedukasi masyarakat tentang kebencanaan.
Dan masyarakat Kabupaten Bandung juga telah dilatih dalam penanggulangan seperti, Tim Reaksi Cepat (TRC) diantaranya (BPBD: 30 Orang, 31 Kecamatan : 60 Orang, Dinas PUPR : 2 Orang, Polres Bandung : 1 Orang, TNI (Koramil) : 5 Orang), Relawan PB(Unit Cegah Siaga) berjumlah 142 Orang tersebar di 31 Kecamatan, Pelatihan SAR Dasar berjumlah 240 Orang, Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana di 20 Kecamatan berjumlah 1600 Orang.
“Untuk mengurangi dampak bencana banjir, Pemerintah Kab. Bandung membuat kolam retensi, normalisasi sungai Citarum, sumur resapan dan terowongan air. Direncanakan pada tahun 2019, Terowongan Nanjung dapat diselesaikan dan beroperasi. Terowongan air sepanjang 230 meter dengan diameter 8 meter ini diharapkan dapat mengurangi dampak bencana banjir yang terjadi di Bandung dan sekitarnya.” pungkasnya. jir

Berita Populer