Akibat Covid-19, Disdik Tuban Terapkan Sekolah Daring dan Larangan Studytou

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Menyebarnya epidemi Corona Virus Desaise (Covid-19) yang mewabah di sebagian dunia, termasuk Indonesia baru- baru ini. Menyebabkan pemerintah mengeluarkan kebijakan menghentikan sementara aktivitas yang memicu kerumunan masa dalam satu tempat (Social Distancing).

Kebijakan tersebut diberlakukan mulai dari tingkat pusat hingga Kabupaten/Kota, dimana didalamnya termasuk dunia pendidikan. Walhasil, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengedarkan surat resmi yang berisikan keputusan untuk meliburkan sementara aktivitas belajar mengajar dilaksanakan didalam kelas. Mulai PAUD hingga perguruan tinggi, kemudian dialihkan melalui media Daring/Online selama 14 hari.

Pasca peraturan itu dijalankan, Kabupaten Tuban yang dalam hal ini selaku salah satu penyelenggara pendidikan, meneruskan melalui Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Tuban ke semua lembaga pendidikan yang berada dinaunganya untuk merumahkan kegiatan belajar para siswa, dimulai dari tanggal 17 hingga 29 Maret 2020.

SE tersebut kemudian di ikuti beberapa teknis belajar secara daring bagi lembaga sekolah yang siap melaksanakan, atau pemberian tugas secara terukur kepada lembaga yang belum mampu menjalankan pembelajaran dengan sistem online.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban, Nur Khamid saat ditemui surabayapagi.com menerangkan jika perumahan kegiatan belajar siswa tersebut bukan berati meliburkan. Ia menegaskan jika kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Sebab, selain membuat mekanisme alternatif dalam belajar, guru mempunyai tugas untuk melakukan kontrol terhadap anak didiknya untuk melaksanakan kegiatan belajar melalui penugasan yang diberikan.

"Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, hanya saja untuk antisipasi Covid-19, mekainsmenya beralih ke online dan tugas terukur," jelasnya. Kamis, (19/03/2020).

Nur Khamid juga mengatakan, jika selain melakukan pengawasan, guru juga diberikan tanggung jawab untuk mengevaluasi hasil belajar siswa dirumah saat siswa telah kembali ke sekolah.

Hal itu dilakukan guna memastikan perkembangan yang dialami anak didik diselang waktu pengalihan belajar dari ruang kelas ke rumah masing- masing.

"kita akan tetap memantau anak didik melalui evaluasi setelah pembelajar kembali disekola" ungkapnya.

Lebih lanjut, selain memuat pengalihan mekanisme belajar mengajar. SE yang diedarkan Disdik Tuban juga memaktub himbauan kepada lembaga pendidikan untuk tidak melaksanakan study tour. Yangmana, hal itu dimaksudkan sebagai salah satu langkah untuk menghindari kerentanan tertular Covid-19.

Lembaga pendidikan yang terlanjut membuat rencana study tour, diharuskan menunda kegiatan hingga situasi memungkinkan.

"kami juga melarang dilaksanakanya study tour guna menjaga siswa dan guru dari kerentanan tertular Covid-19" tandas Nur Khamid.(dsy)