Buka-bukaan dari Terlapor David Haryanto

“Anak Aspin Punya Utang Rp 4 M, Bapaknya malah Somasi Saya”

Wawancara Eksklusif oleh Raditya M. Khadaffi, Wartawan Surabaya Pagi



David Haryanto Lukito, Kamis (2/5/2019) kemarin, berhasil dikonfirmasi Surabaya Pagi melalui telepon selulernya. Ia buka-bukaan soal peristiwa Slompretan. Pria yang kini sedang membuat geger komunitas Tionghoa di Surabaya ini, membantah apabila Aspin Gutomo, telah membayar Rp 2 Miliar kepada dirinya.

“Sampai hari ini, dia (Aspin) belum membayar uang Rp 2 Miliar. Tidak ada pembayaran. Tetapi kalau surat pernyataan hutang, memang benar,” jelas David, kepada Surabaya Pagi, Kamis (2/5/2019).

David pun menegaskan, tidak ada aksi kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan kepada Aspin. Menurutnya, dirinya mengajak beberapa orang untuk memberi shock terapi kepada Aspin dan keluarganya. “Tidak ada penganiayaan. Kita beri shock terapi dan suruh dia untuk membuat surat pernyataan hutang dan bermeterai. Bahwa dia dan keluarganya masih memiliki hutang mencapai Rp 4,6 Miliar,” katanya.

Ia pun menceritakan permulaan terjadinya hutang piutang yang memaksa dirinya menculik Aspin. Bahwa, yang hutang piutang itu timbul antara dirinya dengan menantu Aspin Gutomo, yakni David Herlambang Kantoro, pria kelahiran 35 tahun warga Kenjeran Surabaya. “Ini yang punya hutang itu sebetulnya mantunya, si David (Herlambang). Dia punya hutang Rp 4,6 Miliar, sejak 26 November 2018 lalu. Janji untuk dikembalikan, tapi gak pernah direalisasikan,” beber David, Kamis malam.

David berani meminjami uang sebesar Rp 4,6 Miliar ke mantu Aspin, karena saling ada kepercayaan. Maklum hubungannya telah hampir 2 tahun yaitu sejak tahun 2016. “Kita ini sudah teman. Namanya teman, butuh bantuan, saya pinjami. Dulu awal-awal, pinjam Rp 100 juta, Rp 1 Miliar, Rp 2 Miliar, selalu lancar. Makanya aku percaya untuk minjamkan dia lagi Rp 4,6 Miliar,” akunya, panjang lebar kepada Surabaya Pagi, kemarin.

David Herlambang, mantu Aspin, meminjam duit ke David Haryanto, dengan alasan untuk bisnis usaha David Herlambang. “Katae untuk usahae sih. Cuma gak tau usaha apa. Yah jenenge konco, dan gak tau mbleset,” jelas David, yang kini dilaporkan Aspin Gutomo ke Polda Jatim, terkait dugaan penculikan dan pemerasan.

Namun, tambah David, setelah dirinya meminjamkan uang Rp 4,6 Miliar tanggal 26 November 2018, tak pernah ada pengembalian sepeserpun dari David Herlambang kepada dirinya. Bahkan, mantu Aspin itu berkelakar kepada David, ia akan membayar hutangnya kalau mertuanya sudah meninggal dunia. “Malah nantang, engkuk tak bayar lek papaku (mertua David Herlambang) gak onok (meninggal, red). Pikirku, tambah gak jelas arek iki. Yo kudu dikerasi ben kapok,” katanya, gregetan.

Bahkan, awal Februari 2019, David mendatangi rumah mertua David Herlambang di Dharmahusada Indah Utama V-2/259, Mulyorejo, Surabaya untuk menagih secara baik-baik. “Awal Februari kemarin (2019, red) sempet datang apik-apik ke bapake David (Aspin, red). Aku bawa orang juga, ben dia juga ikut bantu bayar utang anake. Eehhh.. aku malah dibentak-bentak. Aku juga disomasi sama bapake. Makanya aku punya pikiran, kejadian kemarin itu ada shock terapy untuk dia dan keluarganya,” pengakuan David, sampai dirinya mengajak beberapa orang yang menculik Aspin di tokonya di Jalan Slompretan.

Saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, Kamis malam, ia pun masih enggan menjelaskan, keberadaan dirinya yang sedang dicari tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, usai dirinya dilaporkan Aspin ke Polda Jatim. n