•   Sabtu, 18 Januari 2020
SGML

Awali Rangkaian HJL, Bupati Lamongan Ziarah ke Makam Leluhur

( words)
Bupati Fadeli saat menabur bunga di makam Mbah Ronggo Hadi Jum’at (24/5/2019), di Kelurahan Temenggungan Kec Lamongan. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Hari Jadi Lamongan akan dirayakan pada Minggu 26 Mei 2019 besok. Sejumlah rangkaian untuk memperingati hari lahirnya kota Lamongan dilakukan, salah satunya ziarah ke makam para leluhur Lamongan di Makam Mbah Sabilan Mbah Punuk dan Mbah Ronggo Hadi Jum’at (24/5/2019).
Ziarah itu merupakan pembuka peringatan Hari Jadi Lamongan ke-450 tahun 2019. Bupati Fadeli menyebutkan, kalau Mbah Sabilan merupakan seorang patih dari bupati ketiga Lamongan, Raden Panji Puspa Kusuma, pada sekitar tahun 1640-1665 yang memiliki dua orang putra, yakni Raden Panji Laras dan Panji Liris.
Cerita Mbah Sabilah sendiri kata Fadeli, terkait erat dengan tradisi di Lamongan bahwa calon pengantin perempuan harus melamar calon pengantin laki-laki. Ketika putri Adipati Wirasaba, Dewi Andanwangi dan Andansari, jatuh hati pada kedua putra Raden Panji Puspa Kusuma, yang melamar adalah pihak perempuan.
Kedua putri ini melamar dengan diwajibkan untuk membawa hadiah dua buah genuk atau tempat air dari batu dan dua tikar. Kedua benda tersebut sebenarnya sebagai isyarat agar keduanya mau memeluk Islam.
Genuk tambah Fadeli, melambangkan tempat wudhu dan tikar untuk shalat. Mbah Lamong merupakan Adipati pertama Lamongan yang diwisuda pada 10 Dzulhijjah 976 Hijriyah atau 26 Mei 1569 Masehi oleh Sunan Giri. Tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai Hari Jadi Lamongan.
Sebutan Mbah Lamong sendiri diyakini berasal dari pribadi Rangga Hadi atau Tumenggung Surabaya yang pandai ngemong masyarakat. Penamaan Lamongan berasal dari wilayah di mana Mbah Lamong bermukim.
"Teladan dan keluhuran budi beliau inilah yang harus kita teladani bersama demi kemajuan Lamongan, karena riwayat luhur dan fondasi yang telah diletakkan oleh Mbah Lamong hendaknya dicontoh dan diterapkan dalam kehidupan dengan bekerja keras demi kesejahteraan masyarakat," ajak Fadeli.
“Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh panitia dan semua yang terlibat dalam kegiatan ini. Semoga atas semua dukungan dan apresiasinya, kedepan Lamongan selalu sejahtera, berkeadilan, berdaya saing dan menjadi yang terbaik di Indonesia,” imbuh dia.
Tujuan ziarah ini kata Fadeli, selain untuk mengingatkan kita dengan kematian dan untuk mengingat serta merenungkan perjuangan para leluhur.
Usai rangkaian ini, bupati Fadeli pada Minggu (26/5/2019) akan memimpin prosesi upacara pelepasan oncer sesanti dan penutupan selubung pataka lambang daerah di Pendopo Lokatantra. Lambang daerah dan oncer sesanti selanjutnya disemayamkan di Gedung DPRD Lamongan untuk kemudian dibuka lagi pada Hari Jadi Lamongan tahun depan. jir

Berita Populer