•   Rabu, 20 November 2019
Pilpres 2019

Berebut Suara Kaum Perempuan di Pilpres 2019

( words)
Calon Presiden no urut 01, Joko Widodo & Calon Wakil Presiden no urut 02, Sandiaga Uno. Foto: SP/IST


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Cawapres, Sandiaga Uno, angkat bicara terkait pihaknya yang dinilai hanya memanfaatkan emak-emak jelang Pilpres 2019. Menurutnya pihaknya telah membawa emak-emak ke panggung utama politik tanah air.
"Justru kita ini berhutang budi sama kaum ibu, perempuan, emak-emak karena selama ini mereka tidak diberikan perhatian khusus. Mereka dijadikan objek, baru kali ini di panggung utama mereka jadi buah bibir, sebagai subjek," kata Sandi, di Magelang, Minggu (18/11/2018).
Dia menuturkan, saat ini, perempuan ataupun emak-emak bukan hanya penggembira, namun merupakan lokomotif. "Hampir di setiap acara kita, emak-emak hadir karena ingin menyuarakan apa yang jadi perhatian mereka. Kestabilan harga-harga pokok, biaya hidup, biaya pendidikan, dan itu yang ada di dalam perhatian utama Prabowo-Sandi," ujarnya.
Sandi menambahkan, 2/3 ekonomi keluarga ditopang oleh kegiatan usaha yang dilakukan oleh ibu rumah tangga atau emak-emak. Sehingga, sudah selayaknya mereka mendapat perhatian lebih.
"Dan kita harus kerja keras untuk jadikan mereka lokomotif, bukan dimanfaatkan. Pastikan bahwa isu- isu terkait kepentingan mereka terangkat di pilpres," urainya.
Mengenai pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menuding kubu Prabowo-Sandi hanya memanfaatkan emak-emak untuk kepentingan politik, Sandi terkesan enggan menanggapinya.
"Berpendapat boleh, Pak Hasto silakan berpendapat, saya tidak membantah. Beliau kan Sekjen PDIP, punya kebebasan berpendapat, saya tidak mau beradu argumen," kata Sandi.
Dia hanya menyebutkan bahwa sebenarnya saat ini kubu Jokowi-Maruf Amin juga mulai mengangkat emak-emak dalam kampanye Pilpres.
"Itu menunjukkan bahwa secara resonansi akar rumput, ibu-ibu atau emak-emak jadi aktor utama Pilpres 2019. Jangan kita saling rebutan isunya apa. Kami bukan angkat emak-emak tapi kami angkat isu-isu utama yang dikeluhkan dan disampaikan para perempuan-perempuan mandiri dan emak-emak ini," tandas Sandi.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyinggung kubu Prabowo-Sandi yang hanya memanfaatkan emak-emak pada kesempatan safari di Jawa Barat, kemarin lusa (17/11).
"Di sana bisanya hanya memanfaatkan emak-emak untuk kepentingan politik. Pak Jokowi menghadirkan kebijakan untuk emak-emak," ujar Hasto.
Kontribusi suara emak-emak dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang sangat diperhitungkan oleh pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
Hal tersebut juga diamini Hanan Jalil, Ketua DPD Nasdem. Iamengatakan, secara nasional, pihaknya menargetkan perolehan suara dari emak-emak mencapai angka 70 persen.
Sementara di Jawa Timur sendiri, lanjut dia, relawan kerja nasional (Rekan) Jokowi juga fokus dengan garapan menghimpun suara dari emak-emak itu sebesar 70 persen.
"Jadi intinya emak-emak ini mampu mendongkrak suara Jokowi lebih dari 70 persen secara nasional," ujarnya saat acara Deklarasi Emak-emak Dukung Jokowi di Gedung Kartini, di Jalan Tangkuban Perahu, Kota Malang, Minggu (18/11).
Hanan mengaku, berdasarkan survei internal yang dilakukan oleh Rekan Jokowi menyebutkan, suara emak-emak itu sangat menentukan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pilpres 2019. Sehingga Rekan Jokowi lebih fokus kepada emak-emak, ibu-ibu, adik-adik, dan remaja putri.

Berita Populer