•   Sabtu, 14 Desember 2019
Pilpres 2019

Debat Rasa Talk Show

( words)
Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Foto: SP/IST


Bocoran Pertanyaan dalam Debat

SURABAYAPAGI.com - Pemberian kisi-kisi atau gambaran pertanyaan materi debat kandidat Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) memunculkan kritik.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menyambut baik kebijakan model pertanyaan terbuka dalam debat Pilpres 2019 yang dirancang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
KPU menerapkan dua model lontaran pertanyaan untuk debat calon presiden dan wakil presiden. Salah satunya, model pertanyaan terbuka. Dalam model ini, KPU akan mengirimkan daftar pertanyaan terlebih dahulu kepada kedua pasangan calon peserta debat.
Menurut Hasto, model pertanyaan terbuka bisa mendorong pasangan calon memperjelas penyampaian pandangannya ke publik dalam debat nanti. "Seluruh pertanyaan panelis harus direspons oleh paslon. Dengan itu kami ingin berikan program jelas. Berikan skala prioritas ke depan," kata Hasto di kawasan Kemayoran, Jakarta, Minggu (6/1).
Selain itu, Hasto juga menyinggung bahwa pemimpin tak hanya sekadar menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan dalam debat. Pemimpin juga dinilainya perlu menunjukkan karakter yang positif di hadapan publik. "Kan untuk pemimpin bukan hanya jawab pemetaan (pertanyaan) tapi (menunjukkan) karakter. Dengan karakter baik, turun bersama rakyat itu jadi modal utama Pak Jokowi, Kiai Ma’ruf," ujar Hasto.
Sementara itu menurut Ketua Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Muhammad Taufiq, keputusan yang ditetapkan KPU sudah tidak logis. Tidak ada cerita debat, namun kisi-kisi pertanyaannya sudah diketahui oleh peserta. "Kalau debat udah disampaikan duluan ’eh besok saya nanya ini’. Ya debat apaan?" ujar Taufiq di Posko Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta.
Taufiq menyebut dengan keputusan itu sebaiknya tidak perlu ada namanya debat kandidat Pilpres 2019. Dia sarankan KPU untuk mengganti dengan talk show antar calon. "Jangan dibuat judulnya debat, jangan gagah gagahan kalau pertanyaanya sudah disampaikan lebih dulu," demikian Taufik.
Sebelumnya Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, daftar pertanyaan tersebut dikirim sepekan sebelum debat. Debat pertama akan digelar 17 Januari 2019. "Kalau target kita sih tanggal 10 lah (pertanyaan disampaikan ke peserta), seminggu sebelum pelaksanaan debat," kata Arief Budiman saat ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, kemarin lusa, Sabtu (5/1).
Saat ini, daftar pertanyaan debat masih disusun oleh para panelis. Menurut Arief, semakin cepat peserta debat menerima daftar pertanyaan, semakin bagus. Sebab, pertanyaan yang disusun tidak hanya berupa pertanyaan singkat, tetapi juga mengandung uraian dan penjelasan. Peserta akan memiliki banyak waktu untuk mempelajari pertanyaan. Selain model terbuka, ada juga pola pertanyaan tertutup. Pada model ini, masing-masing pasangan calon mengajukan pertanyaan ke paslon lainnya.
Debat Pilpres 2019 akan digelar sebanyak lima kali. Debat pertama rencananya digelar pada 17 Januari 2019. Pesertanya adalah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tema yang diangkat yaitu hukum, HAM, korupsi dan terorisme.

Berita Populer